Saat Aksi Damai Tolak UU Cipta Kerja Di Balai Kota Solo, Polisi Tangkap 83 Orang

Saat Aksi Damai Tolak UU Cipta Kerja Di Balai Kota Solo, Polisi Tangkap 83 Orang

Pada hari Senin (12/10/2020) kemarin, polisi menangkap sebanyak 83 orang saat mengamankan aksi damai tolak UU Cipta Kerja di depan Balai Kota Solo.

Unjuk rasa itu digelar massa dari kalangan mahasiswa. Tetapi puluhan orang yang ditangkap oleh polisi, mereka bukanlah anggota massa dari kalangan mahasiswa yang melakukan aksi.

Menurut informasi, sekitar pukul 15.00 WIB mahasiswa yang terdiri dari sejumlah organisasi kepemudaan berdatangan ke depan Balai Kota Solo.

Diantaranya adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Massa yang tergabung dalam aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja tersebut turut membawa spanduk dengan bermacam-macam tulisan.

Sejumlah tim sukarelawan dan tim SAR juga ikut bersiaga sekitar Masjid Agung Solo, Jl Flores, dan Jl Jenderal Sudirman.

Baca Juga:  Satpol PP Karanganyar Klaim Kesadaran Mengenakan Masker Meningkat

Saat mahasiswa melakukan orasinya, puluhan orang tanpa memakai atribut mendekati kumpulan mahasiswa yang sedang menyampaikan orasinya.

Kemudian polisi langsung memojokkan massa yang datang tersebut dan menangkap puluhan orang.

Polisi meminta para pemuda itu berjongkok dan meminta telepon seluler mereka.

Kemudian mereka dibawa dari lokasi aksi tolak UU Cipta Kerja itu menggunakan dua truk ke kantor polisi.

Fahrul -salah satu pemuda yang ditangkap- mengatakan bahwa ia datang ke kawasan Gladak setelah mengikuti kegiatan kursus bersama kawan-kawannya. Kemudian ia berhenti dan memantau aksi mahasiswa di kawasan Gladak sebelum ditangkap polisi.

Sementara itu, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak selaku Kapolres Solo- menyampaikan bahwa aparat menangkap 73 pelajar dan 10 pemuda yang bukan anggota IMM, HMI, dan KAMMI.

Baca Juga:  Wali Kota Solo Akan Siaran Perdana di Uji Coba TV Pendidikan Milik Pemkot

Penangkapan tersebut dimaksudkan sebagai filter sehingga massa aksi damai tolak UU Cipta Kerja tidak terprovokasi oleh kelompok yang ingin menunggangi aksi tersebut.

Ade Safri menjelaskan, “Sudah ada imbauan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kota Solo untuk tidak ikut aksi. Kami menemukan 10 anggota kelompok dan hasil penggeledahan ada yang membawa miras”.

Ia menambahkan bahwa polisi berkoordinasi dengan mahasiswa untuk tidak mengizinkan kelompok lain bergabung. Ia berharap aksi damai berjalan tertib dan aman.

Tags: , ,