Sadar Protokol, Pemudik Asal Jakarta Lapor ke Satgas “Jogo Tonggo”

Gantikan Benteng Vastenburg, Solo Technopark Disiapkan Jadi Tempat Karantina

Salah satu pemudik asal Jakarta yang pulang ke Solo memiliki kesadaran yang tinggi. Agus, 68, melapor ke Satgas “Jogo Tonggo” begitu sampai dari kota perantauan pada Minggu (27/12/2020) supaya diantar menjalani karantina ke Solo Technopark (STP).

Agus sukarela menjalani karantina karena sudah menjadi aturan bagi siapapun yang mudik dari daerah atau kota perantauan.

“Fasilitasnya baik, tapi AC-nya mati. Kalau seperti ini terus, saya bisa kepanasan. Tidak kena Covid-19 tapi kepanasan karena terlalu gerah ruangannya,” katanya, Minggu.

Aturan yang dimaksud Agus adalah Surat Edaran (SE) No.067/3205 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kota Solo.

Baca Juga:  Nikmati Acara Solo Batik Music Festival 2022 di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo 1-2 Oktober 2022

Aturan itu mewajibkan setiap pemudik atau orang yang tidak bertempat tinggal di Kota Solo yang masuk ke Kota Solo dan menetap paling sedikit 1 x 24 (satu kali dua puluh empat) jam di rumah tinggal penduduk, wajib karantina paksa di STP.

Namun demikian, tidak semua pemudik yang datang ke Solo harus menjalani karantina ke STP. Ada dua kriteria pemudik yang tidak wajib menjalani karantina.

Dalam SE tersebut ada dua kriteria pemudik yang tak harus menjalani karantina. Pertama, orang yang bekerja untuk sementara waktu di Kota Solo.

Kedua, orang yang memiliki hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama dua hari sebelum pemeriksaan oleh Satgas Jaga Tangga/Tim Cipta Kondisi.

Baca Juga:  Keraton Solo Menggelar Kirab Gunungan Sekaten Solo, Sabtu 8 Oktober 2022

SE berlaku sejak 20 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 dan bisa diperpanjang apabila dibutuhkan.

Hingga Minggu (27/12/2020) sudah ada tiga orang pemudik Solo yang menjalani karantina di STP.

Tags: , ,