Sampah Berserakan Di Kawasan Wisata Kemuning Karanganyar

Sampah Berserakan Di Kawasan Wisata Kemuning Karanganyar

Warga di kawasan wisata Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, menyayangkan perilaku sejumlah orang yang membuang sampah sembarangan.

Sampah tersebut paling banyak terlihat saat akhir pekan. Saat orang-orang dari luar wilayah berkunjung ke kawasan wisata untuk melepas penat. Mereka datang untuk jajan, menongkrong, atau sekadar jalan-jalan.

Kawasan wisata di Desa Kemuning menyuguhkan pemandangan alam dan hawa sejuk. Salah satunya pemandangan hamparan pohon teh. Sayangnya, perilaku sejumlah orang dinilai kurang bertanggung jawab. Mereka meninggalkan sampah setelah puas menikmati keindahan alam.

Anggota Komunitas Peduli Kemuning (KPK), Bayu Widhi Prabowo, salah satu orang yang mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Widhi, menuturkan sampah berserakan di sepanjang jalan dari “pintu masuk” Desa Kemuning atau dekat Restoran Bale Branti hingga area kebun teh dan sekitar objek wisata.

Baca Juga:  Saat Bertemu Ojol, Pasangan Bajo Janjikan Pangkalan Berfasilitas Wifi Gratis

“Mulai tidak terkontrol. Sampah berserakan di selokan dan badan jalan, di dekat kebun teh. Hal tersebut akan menimbulkan masalah terutama karena Desa Kemuning merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Karanganyar,” ucap Widhi saat di wawancarai melalui sambungan telepon selular, Hari Senin (20/7/2020).

Sebab hal tersebut, sejumlah orang yang tergabung dalam KPK dan semua elemen masyarakat di Desa Kemuning berinisiatif melakukan gerakan memungut sampah setiap akhir pekan. Mereka turun ke jalan dengan sasaran lokasi yang sering di jadikan tempat jajan maupun menongkrong wisatawan di tepi jalan.
“Gerakan pungut sampah setiap hari Minggu. Kami lakukan pada jam sibuk atau saat banyak pengunjung datang. Tujuan kami sebetulnya mengajak dan mengedukasi masyarakat Kemuning secara khusus dan pengunjung atau wisatawan yang datang ke Kemuning. Tolong jangan buang sampah sembarangan. Jangan tinggalkan sampah di wilayah kami,” ujarnya.

Baca Juga:  Suami Ditahan Karena Tangkap Maling, Istri Histeris di Kejari Klaten

Ia khawatir sampah yang berserakan akan menjadi masalah. Salah satu masalah yang mungkin timbul adalah pengunjung menjadi tidak nyaman karena lingkungan kawasan wisata kumuh, tidak sedap dipandang mata. Hal tersebut bisa mempengaruhi kondisi ekonomi warga apabila di biarkan.

“Kami juga berharap pedagang, kios wisata, pedagang asongan, dan pengunjung wisata di Desa Kemuning lebih peduli dengan tidak membuang sampah sembarangan.” tutupnya

Tags: , ,