Sandiaga Uno Jadi Jurkam Gibran-Teguh

Sandiaga Uno Jadi Jurkam Gibran-Teguh

Pada Pilkada Solo 2020, politisi Partai Gerindra Sandiaga Solahuddin Uno dipersiapkan menjadi juru kampanye (jurkam) untuk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Solo yakni Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.

Politik di tingkat pusatlah yang menjadikan Sandiaga menjadi jurkam Gibran-Teguh.

Ardianto Kuswinarno -Ketua DPC Partai Gerindra Solo- mengatakan, “Lobi-lobinya politik tingkat tinggi. Karena Ketum kami (Prabowo Subianto) dengan Pak Jokowi sangat dekat sekali. Ketum kami dengan Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) sangat dekat sekali. Termasuk Bang Sandi dengan Pak Jokowi sangat dekat sekali. Jadi pembicaraannya sudah tingkat tinggi”.

Ia mengakui bahwa belum tahu persis bagaimana sistem kampanye yang akan digunakan Sandiaga untuk paslon Gibran-Teguh tersebut.

Baca Juga:  APBD Boyolali 2021 Disusun, Bupati ; “Masih Fokus Covid-19 Tanpa Abaikan Pembangunan”

Lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19, kampanye tidak mungkin dapat dilaksanakan di tempat terbuka.

Kemungkinan besarnya, Sandiaga akan mengkampanyekan pasangan Gibran-Teguh pada Pilkada Solo 2020 melalui virtual.

“Tim pemenangan kami akan deklarasikan untuk Mas Gibran, nanti sejauh mana sedang kita kaji. Kemungkinan besar kita akan menyurati DPP siapa yang menjadi pembicaranya. Mungkin bisa Bang Ferry, Bang Sandi atau siapa untuk deklarasi kami,” imbuh Ardianto.

Sebelumnya, PDI-P juga berencana akan mendatangkan para petinggi partai sebagai juru kampanye Gibran dan Teguh Prakosa, yakni Megawati dan Puan Maharani.

Hal tersebut disampaikan oleh Putut Gunawan selaku Ketua Pemenangan bakal pasangan calon Gibran-Teguh pada hari Selasa (22/9/2020) lalu.

Baca Juga:  Perkenalkan Seni Wayang Suket, 2 Seniman Muda Siap Tour 20 Kota/Kabupaten Se-Jawa

Putut menuturkan, “Iya pasti (Megawati dan Puan jadi Jurkam). Semua petinggi partai itu menjadi jurkam untuk Pilkada Solo. Kalau enggak didaftarkan dulu kan enggak boleh nanti tiba-tiba datang (kampanye) terus jadi jurkam kan enggak boleh sama KPU”.

Pihaknya menegaskan bahwa semua pengurus partai di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) adalah juru kampanye di Pilkada Solo karena PDI-P selaku pihak pengusung.

Tags: , ,