Satpol PP Solo Periksa 13 PKL Bermobil Untuk Selidiki Pungli Pasar Klewer

Satpol PP Solo Periksa 13 PKL Bermobil Untuk Selidiki Pungli Pasar Klewer

Pada hari Kamis (19/11/2020) kemarin, Satpol PP Kota Solo memeriksa 13 pedagang kaki lima (PKL) bermobil yang biasa menggelar lapak di sekitar Alun-alun Utara, Pasar Klewer, dan Pasar Cinderamata.

Para pedagang PKL tersebut dinilai berjualan secara ilegal di area itu.

Pemeriksaan dilakukan lantaran terdapat laporan mengenai dugaan adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum pengelola parkir.

Seperti yang diketahui, para PKL bermobil tersebut ditarik uang paling sedikit Rp 1 juta dengan jaminan aman dari razia Satpol PP dan bisa berjualan di kawasan tersebut.

Arif Darmawan selaku Kepala Satpol PP Kota Solo menyampaikan bahwa dugaan pungli tersebut sulit dibuktikan lantaran pedagang tak bisa menunjukkan bukti pembayaran.

Dari belasan pedagang PKL tersebut, hanya sebagian yang mengaku sudah membayar.

Baca Juga:  Klaster Perkantoran Solo Berpotensi Muncul Lagi

Pada hari Jumat (20/11/2020) ini, Arif menuturkan, “Ya, kami minta mereka menunjukkan bukti tidak bisa, menunjukkan siapa yang menarik pungli juga tidak bisa. Meskipun mereka sudah membayar, kami memang enggak bisa berbuat apa pun karena pungutan itu bukan dari kami”.

Ia menjelaskan bahwa regulasi yang dilanggar oleh para pedagang itu adalah Peraturan Daerah (Perda) No.1/2020 tentang Perlindungan Pasar Tradisional.

Sementara mengenai urusan pungli tersebut, adalah menjadi kewenangan dari Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Tetapi, Arif mengatakan bahwa bahwa pihaknya berupaya mengumpulkan data agar pelaku pungli tersebut bisa dijerat hukum.

Arif menambahkan, “Pedagang ngotot sudah setor ke pengelola, tapi itu ilegal karena Pemkot tak pernah ada pungutan itu. Ke depan kami berencana menindak pembelinya juga mengingat aktivitas pedagang itu sudah melanggar Perda. Pembeli dan penjual bisa kena sanksi”.

Baca Juga:  PKL Bermobil Akan Ditindak Tegas Jika Masih Nekat Buka Lapak Di Alun-Alun Utara

Sementara itu, FX Hadi Rudyatmo selaku Wali Kota Solo meminta pedagang yang merasa sudah membayar pungutan untuk melapor kepada Saber Pungli.

Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo itu, meminta seluruh pihak tidak melindungi siapa pun yang terlibat dalam aksi ilegal tersebut.

Ia menduga bahwa tarikan uang yang dilakukan oknum tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

Rudy menegaskan, “Laporkan secara tertulis akan saya proses. Ini termasuk pelanggaran hukum. Pemkot enggak pernah memungut apa pun. Tapi, kalau enggak ada bukti ya sulit. Intinya, berjualan di area parkir itu enggak boleh”.

Tags: , ,