Satpol PP Sukoharjo Rugi Rp 350 Juta Imbas Truknya Dibakar Demonstran

Satpol PP Sukoharjo Rugi Rp 350 Juta Imbas Truknya Dibakar Demonstran

Pada hari Kamis (8/10/2020) sore kemarin satu truk milik Satpol PP Sukoharjo dibakar massa saat aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya yang tergabung dalam Solo Raya Menggugat di Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo.

Saat itu ada peserta aksi yang memasang spanduk pada papan reklame di dekat lokasi aksi. Salah satu petugas kepolisian kemudian menurunkan spanduk tersebut.

Tindakan petugas kepolisian itu berbuah protes dari peserta unjuk rasa yang kemudian terjadi lempar-lemparan batu. Polisi lalu menembakkan gas air mata yang membuat pengunjuk rasa berlarian menghindar. Polisi menembakkan gas air mata dari halaman BRI di sekitar Bundaran Kartasura. Kemudian terlihat truk milik Satpol PP terbakar.

Belum diketahui siapa pelaku pembakar kendaran truk milik Satpol PP tersebut.

Baca Juga:  Angka Kasus Covid-19 Solo Tembus 1.007 Orang

Akibat kejadian kendaraan truk milik Satpol PP yang dibakar massa dalam demo kemarin tersebut, ditaksir Satpol PP Sukoharjo alami kerugian mencapai Rp 350 juta.

Heru Indarjo selaku Kepala Satpol PP Sukoharjo mengatakan bahwa pihaknya ,menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus pembakaran truk Satpol PP ke kepolisian.

Pada hari Jumat (10/10/2020) ini, Heru menuturkan, “Kita belum tahu pelaku yang membakar. Sekarang masih dalam penyelidikan polisi”.

Pihaknya juga mengaku tidak tahu secara pasti kronologis kejadian truk tersebut jadi sasaran amuk massa pengunjuk rasa.

Saat itu Satpol PP ikut membantu Polisi mengamankan wilayah selama aksi demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang terpusat di bundaran Tugu Kartasura dan menerjunkan satu peleton personil Satpol PP.

Baca Juga:  Angka Kemiskinan di Solo Naik Jadi 9 Persen Akibat Pandemi

Heru menjelaskan, “Truk itu diparkir di pinggir jalan raya Solo-Yogya. Tapi tidak tahu tiba-tiba terjadi ricuh dan truk dibakar”.

Tidak hanya mengalami kerugian materi, terbakarnya satu unit truk itu juga berdampak pada kegiatan Satpol PP.

Pasalnya kendaraan tersebut selama ini digunakan Satpol PP untuk berbagai giat penegakan peraturan daerah (Perda). Di antaranya yakni mengangkut reklame liar, lapak pedagang kaki lima (PKL) liar, operasi yustisi pengamen gelandangan dan orang terlantar (PGOT) serta lainnya.

“Jadi memang bukan rugi materi saja uang rakyat yang terbuang. Tapi juga mengganggu kegiatan Satpol PP, imbuhnya.

Tags: , ,