Satu DPO Kasus Kekerasan Solo Ditangkap

Satu DPO Kasus Kekerasan Solo Ditangkap

Pelaku sweeping oleh kelompok tertentu di Sondakan Laweyan maupun di Danukusuman Serengan yang masih buron, terus diburu petugas.

Perkembangan terakhir, satu pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO) yakni DPN berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa terlibat dalam kekerasan dan penganiayaan di sebuah Pos Kamling, Danukusuman, Serengan, Solo, pada hari Kamis (11/2/2021) silam.

Pada hari Rabu (3/3/2021) kemarin, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak selaku Kapolresta Solo mengatakan bahwa DPO yang diamankan tersebut merupakan warga Danukusuman, Serengan, Solo.

Dalam pemeriksaan DPN mengaku memberikan informasi lokasi sasaran sweeping oleh kelompoknya.

Setelah memberikan informasi, rekan-rekan pelaku mendatangi lokasi untuk merusak dan menganiaya.

Baca Juga:  Pemkab Sukoharjo Rumuskan Regulasi yang Atur Kegiatan Bulan Puasa

“Pelaku memberikan informasi kepada para pelaku lain detail lokasi. Masih ada DPO lain yang tengah kami buru”, tambah Ade.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan orang ditangkap Satreskrim Polresta Solo yang di-back up Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng dalam beberapa pekan terakhir usai terlibat aksi perusakan, penganiayaan, pencurian, dan pengeroyokan di beberapa lokasi Kota Solo.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan dalam mengungkap kasus premanisme atau intoleran itu, ada 9 pelaku yang telah ditangkap. Enam pelaku yang melakukan sweeping di Sondakan, sedang 3 pelaku lainnya yang melakukan aksi serupa di Kampung Danukusuman, Serengan.

Dari para pelaku petugas juga telah menyita barang bukti berupa 8 senjata tajam, 4 motor, 1 tongkat pemukul, 1 tongkat stick dan lainnya, termasuk puluhan sepeda motor yang dipakai para pelaku untuk melakukan sweeping di lokasi kejadian tersebut.

Tags: , ,