Satu Keluarga Meninggal Setelah Gelar Hajatan, DKK Sragen Belum Masukkan Klaster Baru

Satu Keluarga Meninggal Setelah Gelar Hajatan, DKK Sragen Belum Masukkan Klaster Baru

Tiga orang dalam satu keluarga di Desa Wonorejo, Kalijambe meninggal dengan dua di antaranya positif virus Covid-19.

Keluarga tersebut terdiri atas seorang anak perempuan yang baru menikah berinisial LD, 28, ibunya berinisial S, 57, dan ayahnya, SD, 60. LD meninggal pada hari Kamis (5/11/2020) silam, S menyusul sehari kemudian, hari Jumat (6/11/2020). Sementara sang ayah, SD meninggal pada hari Senin (9/11/2020) lalu.

Sebelum meninggal dunia, LD sempat menjalani perawatan selama sepekan di RSUD dr. Moewardi Solo. Ia dibawa ke rumah sakit setelah mengeluh sesak napas ketika dalam perjalanan menuju hajatan ngunduh mantu di Wonogiri pada 26 Oktober lalu.

Sehari setelah kematian LD, ibunya, S, menyusul meninggal dunia. S meninggal dunia di RSUD Solo di Ngipang dengan status positif corona.

Baca Juga:  Tahun 2021, Sekolah-Sekolah di Karangayar Siap PTM

Sementara ayah LD yakni SD, yang bekerja sebagai Kaur Umum Pemdes Wonorejo juga meninggal dunia dengan status suspect corona.

Terkait dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen belum menyebut kasus ini sebagai klaster penularan Covid-19.

DKK Sragen melakukan tracing kontak klaster keluarga tersebut dengan mengambil sampel swab sebanyak 119 orang di Technopark Sragen pada hari Selasa (10/11/2020) kemarin.

dr Hargiyanto selaku Kepala DKK Sragen menyampaikan bahwa kasus sekeluarga yang meninggal di Kalijambe itu masih klaster keluarga, belum dikatakan sebagai klaster hajatan.

Pihaknya menjelaskan bahwa DKK sudah melakukan tracing dan menemukan 119 orang kontak erat, salah satunya menantu dari satu keluarga itu.

Baca Juga:  Sebulan Tambah 1.000 Kasus Covid-19, Wali Kota Solo Minta Warganya Tak Mudik

Hargiyanto menuturkan, “Namun, 119 orang yang belum tentu datang semua. Saya belum mendapat laporan hasil swab test. Nah, kalau dari 119 orang itu hasilnya ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, nanti bisa masuk klaster hajatan”.

Ia juga menyampaikan bahwa ada penambahan kasus baru konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 14 orang pada hari Selasa. Tiga orang dari 14 kasus itu meninggal dunia.

Tags: , ,