Sebanyak 353 Petugas Pengawas Pemilu Sragen Lakukan Rapid Test, 10 Orang Reaktif

Sebanyak 353 Petugas Pengawas Pemilu Sragen Lakukan Rapid Test, 10 Orang Reaktif

Pada hari Senin (2/11/2020) lalu, sebanyak 353 petugas pengawas pemilu dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga tingkat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen menjalani pemeriksaan rapid test.

Dari jumlah tersebut, terdapat 10 orang diantaranya reaktif.

Dilakukannya rapid test terhadap petugas pengawas pemilu tersebut bertujuan untuk melindungi mereka dari Covid-19.

Pada hari Jumat (6/11/2020) kemarin, Dwi Budhi Prasetya selaku Ketua Bawaslu Sragen menjelaskan bahwa 353 orang yang menjalani rapid test merupakan petugas Pengawas Pemilu Desa/Kelurahan, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan anggota sekretariat Panwascam, dan Bawaslu.

Dwi menuturkan, “Dari ratusan orang yang menjalani rapid test itu ada 10 orang yang reaktif. Mereka semua menjalani swab test dan hasilnya belum disampaikan ke Bawaslu sampai sekarang”.

Baca Juga:  Pilkada Sragen, Mbak Yuni Janji Berikan Modal Kerja Bagi Korban PHK

Sementara itu, Khoirul Huda -Komisioner Bawaslu- mengatakan bahwa rapid test tersebut sudah dianggarkan dari APBN.

Khoirul menjelaskan bahwa dasarnya bukan peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) tetapi Bawaslu memang berusaha melindungi jajaran petugas pengawas pemilu dan selalu patuh pada proses pengawasan.

Rapid test tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh jajaran petugas pengawas pemilu tidak ada yang reaktif.

Di sisi lain, Edi Widodo -Camat Jenar- menjelaskan bahwa salah satu anggota staf Panwascam Jenar ada yang reaktif dari hasil rapid test tersebut dan alamatnya ada di Gondang tetapi kapasitasnya sebagai anggota sekretariat Panwascam Jenar.

Edi menuturkan, “Kecamatan masih buka karena rapid test itu hanya sebentar terus pulang. Untuk hasil swab test lebih baik ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen”.

Tags: , ,