Sejarah Tentang Makam Mbah Precet di Pinggir Jalan Solo

Sejarah Tentang Makam Mbah Precet di Pinggir Jalan Solo

Ada sebuah makam yang terletak di pinggir jalan kampung Teposan, Kelurahan Sriwedari, Solo. Makam itu sudah ada sejak puluhan tahun silam dan banyak peziarah mendatanginya.

Makam tersebut disegani sebagai tokoh dan disebut sebagai Mbah Precet.

Sutiman Sastro Sarwono, adalah salah seorang warga yang sempat tinggal di Kampung Teposan pada tahun 1969 hingga 1982. Ia menceritakan bahwa lokasi makam Mbah Precet dulunya adalah kompleks pemakaman umum.

Sutiman mengatakan, “Bentuknya masih makam semua, SD Impress itu kuburan umum, yang beda ya satu thok Mbah Precet letaknya di luar makam di jalan”.

“Sejak menempati itu, sekitar tahun 70-an sudah ada di situ lama sekali, tahu-tahu sudah dimakamkan di situ”.

Baca Juga:  Gunung Merapi Luncurkan 42 Kali Guguran Lava Pijar

Menurut cerita yang didengar Sutiman, Mbah Precet merupakan bromocorah atau penjahat. Namun, sosok Mbah Precet ini bak Robin Hood yang mencuri untuk warga sekitar.

“Jadi dia itu pelaku pencurian (maling) untuk kompeni zaman dulu”, terangnya.

Saliyanti, istri dari Sutiman, menceritakan hal yang sama. Saliyanti mengatakan bahwa ketika itu dia biasa mendapatkan makanan kenduri dari warga yang berdoa di makam Mbah Precet.

“Makanan khusus sesaji (nasi tumpeng), sering ada (orang yang) bagikan (sesaji)”.

Dia menambahkan, bahwa warga setempat meyakini kalau sebelum menggelar hajatan untuk berziarah dan doa bersama di makam Mbah Precet.

“Kalau tidak ada ritual orang punya hajatan selalu ada halangan, entah makanan nggak matang atau yang lainnya,” terangnya.

Baca Juga:  6 Tim Pengurai Kerumunan Akan Jaga Pelantikan Gibran

Makam Mbah Precet ini biasa ramai pada hari Selasa dan Jumat. Biasanya sekitar pukul 21.00 WIB ada orang yang datang untuk berdoa maupun menebar bunga di makam tersebut.

Kardi selaku Ketua RT 02, RW 002 Kampung Teposan, Sriwedari, Laweyan, Solo, Kardi (46) menyebut lokasi tersebut merupakan bekas area pemakaman. Makam-makam di area tersebut kemudian dipindah ke lokasi lain pada sekitar tahun 1980-an. Hanya satu makam yang akhirnya tidak dipindah, yakni makam Mbah Precet

Ia menuturkan “Sesuai pesan terakhir sebelum meninggal, Mbah Precet ingin dimakamkan di sini”.

Tags: , ,