Sejumlah Negara Dilanda Gelombang Ketiga Corona, Airlangga: Covid-19 Belum Selesai

Sejumlah Negara Dilanda Gelombang Ketiga Corona, Airlangga: Covid-19 Belum Selesai

Airlangga Hartanto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) mengingatkan, bahwa pandemi Covid-19 belum selesai.

Bahkan menurutnya, sejumlah negara di Eropa dan Asia telah mengalami gelombang ketiga pandemi.

Airlangga menyampaikan, Inggris mengalami kenaikan kasus Covid-19 pada Januari. Demikian pula Belanda, Spanyol, India dan Papua Niugini.

Seusai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta pada hari Selasa (7/4/2021) lalu, Airlangga mengatakan, “Ini menunjukkan bahwa Covid-19 belum selesai”.

Sebagai upaya untuk mencegah peningkatan kasus, pemerintah membatasi mobilitas masyarakat jelang libur Lebaran 2021.

Airlangga menjelaskan, “Oleh karena itu Bapak Presiden meminta bahwa kebijakan pengendalian itu agar segera dilaksanakan dan sudah ada larangan mudik”.

Politisi partai Golkar itu juga menambahkan bahwa dalam sidang kabinet paripurna Presiden menginstruksikan agar penanganan Covid-19 dan ekonomi berjalan beriringan.

“Kita harus menjaga momentum pertumbuhan di mana dengan pertumbuhan ekonomi dan penanganan pandemi covid ini harus berjalan seiring”, ujarnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, kasus aktif Covid-19 sudah menunjukkan perbaikan. Persentasenya mencapai 7,4 persen, lebih rendah dari kasus aktif global yang berada di angka 17,3 persen.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai gelombang tiga pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di beberapa wilayah di Eropa.

Imbas gelombang ketiga penularan tersebut, beberapa negara di Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Italia kembali melakukan penguncian wilayah atau lockdown untuk menghambat angka penularan.

Di sisi lain, lonjakan jumlah kasus tersebut membuat kebutuhan akan vaksin di beberapa wilayah Eropa juga melonjak sehingga terjadi keterbatasan suplai.

Hingga akhirnya, muncul wacana otoritas kawasan tersebut untuk melakukan pembatasan suplai atau pengiriman vaksin ke wilayah lain di dunia.

Dalam acara Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, hari Kamis (25/3/2021) silam, Sri Mulyani mengatakan, “Eropa ini yang paling struggle dari sisi akses terhadap vaksin yang jauh tertinggal dibandingkan Inggris dan Amerika Serikat. Sehingga mereka sedang mempertimbangkan untuk membuat aturan perundang-undangan untuk mengurangi atau melarang suplai vaksin keluar dari Eropa”.

Tags: , ,