Sejumlah Objek Wisata di Tawangmangu Akan Jadi Sasaran Operasi Yustisi

Sejumlah Objek Wisata di Tawangmangu Akan Jadi Sasaran Operasi Yustisi

Pada hari Minggu (4/10/2020), akan dilaksanakan operasi yustisi protokol kesehatan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, dan akan menyasar objek wisata di wilayah Tawangmangu.

Hal tersebut dilakukan guna mendorong masyarakat yang ingin berlibur di tengah pandemi Covid-19 agar menaati protokol kesehatan.

Operasi yustisi tersebut melibatkan anggota Polsek Tawangmangu, Koramil Tawangmangu, Satpol PP Kecamatan Tawangmangu, dan sukarelawan setempat.

Pada hari Sabtu (3/10/2020), Rusdiyanto selaku Camat Tawangmangu mengatakan, “Pengunjung objek wisata itu kan dari jauh. Kami tidak tahu bagaimana kondisi mereka. Biar lebih hati-hati dan waspada. Ini upaya kami memotivasi pengunjung dan pelaku objek wisata agar taat protokol kesehatan”.

Pihaknya menjelaskan bahwa Forkopimca Tawangmangu belum akan memberlakukan sanksi denda kepada pelanggar protokol kesehatan.

Di sisi lain, petugas gabungan akan menawarkan hukuman apa yang mereka inginkan saat terjaring operasi.

Baca Juga:  3 Kecamatan di Karanganyar Jadi Fokus Razia Masker, Mana Saja?

Rusdiyanto menyatakan, “Kalau ditemukan ada yang tidak pakai masker. Sesuai aturan akan kami hukum. Silakan memilih sesuai keinginan. Mau nyanyi lagu wajib, menghafalkan Pancasila, push up, bersih-bersih, atau mencuci motornya sendiri. Apapun sesuai kehendak pelanggar. Kami tidak akan menentukan,” ujar Rusdiyanto.

Berdasarkan informasi, petugas gabungan di Kecamatan Tawangmangu rutin melaksanakan operasi yustisi protokol kesehatan. Sasarannya yakni toko, warung, restoran, pasar, terminal, pangkalan ojek motor maupun mobil, dan hotel.

Rusdiyanto menegaskan bahwa petugas tidak akan tebang pilih saat melaksanakan operasi yustisi di objek wisata.

Rusdiyanto menambahkan, “Ya tentunya bertahap. Ndi parani, sing penting ora tebang pilih. Tunggu saja, kami pasti akan datang (ke objek wisata). Jangan lupa objek wisata sudah masuk kawasan wajib menggunakan masker, sudah ada peringatan tertulis. Jadi ada konsekuensi apabila melanggar”.

Baca Juga:  Yulia Bukan Dibunuh di Mobil Terbakar, Tapi Dihabisi di Kandang Ayam

Menurutnya upaya petugas gabungan melaksanakan operasi yustisi dua hingga tiga kali sehari membuahkan hasil.

Rusdiyanto mengaku bahwa pelanggaran menurun apabila dihitung dalam kurun waktu tertentu saat melaksanakan operasi yustisi. Kali pertama melaksanakan operasi selama kurun waktu dua jam sebanyak 34 orang terjaring operasi. Pada momen berikutnya selama dua jam sebanyak 22 orang terjaring.

“Kali terakhir itu hanya 14 orang. Sudah banyak yang disiplin. Tetapi kan namanya orang, ditunggui saja sok luput. Sabtu malam ini kami akan operasi dengan sasaran orang menongkrong dan pasar. Butuh tenaga ekstra di pasar karena pedagang dari berbagai wilayah dan kadang mengabaikan protokol kesehatan.” imbuhnya.

Tags: , ,