Sejumlah Tempat Kuliner di Solo Ditutup Sementara Karena Langgar PPKM

Sejumlah Tempat Kuliner di Solo Ditutup Sementara Karena Langgar PPKM

Pada hari Kamis (21/1/2021) malam, tim dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendatangi salah satu tempat kuliner di daerah Manahan, Solo. Tim dari Pemkot sempat bersitegang dengan pengelola tempat tersebut.

Kejadian itu terjadi ketika tim dari Pemkot Solo melakukan inspeksi dan memberikan peringatan kedua bagi tempat kuliner Solo tersebut.

Namun, pengelola menyatakan bahwa tempat makan yang mereka kelola telah memenuhi standard protokol kesehatan seperti yang dianjurkan oleh Pemda selama peraturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Satpol PP Solo pun memberi sejumlah tuntutan, di antaranya seperti pengecekan suhu pengunjung, aturan cuci tangan, jumlah maksimal pengunjung dalam satu meja dan jarak antar kursi.

Sebelumnya, operasional dari sejumlah warung makan di Kota Solo ditutup oleh Satpol PP Solo karena melanggar aturan PPKM.

Pada hari Jumat (22/1/2021) ini, Arif Darmawan -Kepala Satpol PP Solo- mengatakan, “Ada lima warung makan yang kita tutup karena masih ditemukan kerumunan”.

Baca Juga:  Resmi Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran: Jabatan adalah amanah

Ia juga menambahkan bahwa total sudah ada sebanyak tujuh warung makan yang ditutup sementara operasionalnya karena melanggar aturan tersebut.

“Warung makan yang kita tutup sementara tersebar di lima kecamatan”, tambah Arif.

Para pemilik warung makan tersebut sebelumnya juga sudah diberikan peringatan lisan, surat peringatan pertama (SP1) dan surat peringatan kedua (SP2).

Pihaknya juga menegaskan bahwa meski terdapat kelonggaran terkait jam operasional, namun pelaku usaha harus tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Seperti misalnya mengenai kapasitas untuk makan di tempat yakni hanya 25 persen dan dengan mengatur jarak antar orang paling sedikit yakni 1,5 meter.

Arif juga menjelaskan, bahwa selain warung makan, pihaknya juga menemukan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang juga melanggar protokol kesehatan.

Untuk informasi, sejak dimulai PPKM hingga saat ini, tercatat sudah ada sebanyak 170 pelaku usaha di Kota Bengawan yang diberikan surat peringatan kedua (SP2).

Baca Juga:  6.000 Vaksin Akan Dialokasikan Dinkes Solo untuk Lansia

Arif menegaskan, “Mereka yang SP1 dan SP2 kita monitor. Kalau melanggar kita tutup”.

Sementara itu, Pemkot Solo akan mengikuti instruksi terkait memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari.

Pemkot beralasan bahwa penyebaran wabah Covid-19 di kota Solo masih dirasa mengkhawatirkan.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku akan tetap mengikuti keputusan tersebut. Namun, dia mengatakan akan tetap melakukan evaluasi PPKM yang telah dilaksanakan ini.

Rudi, sapaan akrabnya, menambahkan akan membuat surat edaran baru terkait PPKM.

Dalam menyusun SE baru, pihaknya akan turut mengundang pelaku usaha, baik warung makan, warung, restoran, angkringan dan tempat hiburan malam.

Menurut Rudi, pencegahan Covid-19 tetap harus dilaksanakan. Di sisi lain, ekonomi juga harus bergerak.

Tags: , ,