Sekolah di Sukoharjo Belum Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Karena Kurva Covid-19 Masih Tinggi

Sekolah di Sukoharjo Belum Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Karena Kurva Covid-19 Masih Tinggi

Terkait soal uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo belum akan melakukannya.

Hal ini didasari lantaran status kejadian luar biasa (KLB) dan masa tanggap darurat Covid-19 belum dicabut oleh Wardoyo Wijaya selaku Bupati Sukoharjo.

Pada hari Kamis (15/10/2020) ini, Darno -Kepala Disdikbud Sukoharjo- mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kebijakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo ihwal uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah.

Dia tak mau mengambil risiko muncul klaster baru persebaran pandemi Covid-19 di sekolah.

Darno menuturkan, “Status KLB Covid-19 belum dicabut oleh Bupati. Artinya, potensi penularan virus corona masih tinggi. Lebih baik menunggu kebijakan gugus tugas,” ujar Darno.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Solo Tambah 20 Orang, Transmisi Lokal Merebak

Pihaknya tidak mempermasalahkan beberapa daerah di Soloraya telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah.

Kebijakan tersebut juga diterapkan di sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Kota Tegal, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung.

Darno sadar bahwa kurva pandemi Covid-19 di setiap daerah berbeda-beda. Sukoharjo termasuk salah satu daerah dengan tren persebaran Covid-19 cukup tinggi.

Ia menjelaskan, “Sebenarnya, kami sudah menyusun pedoman kurikulum khusus menyesuaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Namun, belum diterapkan karena belum ada sekolah yang melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah”.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini Disdikbud Sukoharjo bakal melayangkan surat edaran ke setiap sekolah. Surat edaran itu berisi penyusunan pedoman protokol kesehatan Covid-19 di sekolah.

Baca Juga:  Libur Panjang, Pemkot Solo dan Pemkab Karanganyar Kerjasama Bangun Tim Monitor Tempat Wisata

Seperti yang diketahui, sesuai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri disebutkan sekolah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas dengan persetujuan gugus tugas setempat.

Tags: , ,