Selama Pandemi, Gopay Kumpulkan Infaq Rp 45M. Meningkat Drastis!

Selama Pandemi, Gopay Kumpulkan Infaq Rp 45M. Wow!

Gopay berhasil mengumpulkan dana sumbangan sebesar Rp 45 miliar selama pandemi COVID-19. Meski begitu potensi untuk berinfak secara digital ini bisa dirasakan lebih maksimal.

CEO GoPay, Budi Gandasoebrata mengatakan dalam webinar ‘Kolaborasi DMI dan GoPay dalam Gerakan Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid’ bahwa telah ada peningkatan sumbangan sejak PSBB.

“Selama pandemi kita berhasil menerima Rp 45 miliar donasi digital untuk masjid dan yayasan yang terintegrasi, angka ini didapatkan semenjak PSBB dimulai. Di Gojek ada eBadah, kita juga mendorong donasi secara digital, kita mau kasih tahu masyarakat dan umat tetap bisa melakukannya tapi tetap menjaga jarak. Jadi ini solusi yang kami tawarkan,” ujarnya.

Angka ini telah naik dua kali lipat dibandingkan sebelumnya dan Budi percaya bahwa angka ini masih dapat ditingkatkan secara lebih optimal sehingga manfaat yang dibagikan oleh masyarakat untuk membangun kehidupan yang penuh kasih dan sehat selama pandemi dapat diwujudkan.

Baca Juga:  Hotel Jadi Pilihan Tempat Isolasi Pasien Covid-19, PHRI Solo Serahkan Keputusan pada Manajemen

“Kolaborasi ini bukan pertama kalinya, Insya Allah bukan terakhir, kita ingin mengembangkan. Target kami sebanyak-banyaknya, kita ingin masyarakat bisa berdonasi lebih aman. Ke depannya kami percaya infak digital bisa jadi saranan bisa memajukan ekonomi umat,” sambung Budi.

Achmad Sugiarto, Ketua Departemen Kominfo & Arsitektur Masjid Dewan Masjid Indonesia (DMI) ikut angkat suara. Menurutnya, potensi infak digital sebenarnya masih belum maksimal.

“Donasi yang dilakukan di tempat kita, baru 99,3% itu mainstream, artinya orang masih transfer-transferan lah, artinya di sisi donasi atau infak digital terkait ibadah menurut hemat saya belum maksimal. Itu berarti hanya, 0,7% dan dari 0,7% ini 80% datangnya dari Gopay, jadi masih sangat kecil,” katanya.

Baca Juga:  Kemendikbud Sebut 123 Mahasiswa Positif Covid-19 Pasca Demo UU Cipta Kerja

Bisa jadi, hal ini disebabkan oleh perilaku masyarakat yang belum mendapatkan literasi digital yang memadai sehingga infak digital belum sepenuhnya terintegrasi.

“Mungkin masyarakat karena ada pandemi dan masih mencari bentuk penyesuaian, jadi perlu kita lakukan sosialisasi sehingga pertumbuhan donasi atau infak digital terjadi. Ini biasanya soal behaviour, jadi orang akan tahu infak bisa dilakukan meski orang tidak ke masjid,” tandasnya.

Tags: , ,