Selama September, Satgas Waspada Investasi Tutup 126 Pinjaman Online dan Investasi Ilegal

Operasi Satgas Waspada Investasi yang berlangsung di bulan September 2020 menemukan 126 fintect peer-to-peer lending. Ditemukan pula 32 entitas investasi dan 50 perusahaan yang mengoperasikan penggadaian tanpa izin.

“Kami masih menemukan penawaran fintech lending ilegal dan investasi tanpa izin yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat di masa pandemi ini”, kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing di Jakarta, Jumat (25/9).

Temuan dari operasi ini menunjukkan bahwa masih marak berbagai tawaran pinjaman online dan investasi bodong di tengah masyarakat.

Hasil temuan Satgas Waspada Investasi kemudian akan diserahkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk selanjutnya ditindaklanjuti pemblokiran akses. Satgas Waspada Investasi pun melampirkan temuan identitas dari fintech lending ilegal kepada Bareskrim Polri sebagai temuan pelangggaran hukum.

Baca Juga:  Rekomendasi PB IDI Kepada Pemerintah Untuk Vaksinasi Covid-19

Fintech lending dan tawaran investasi ilegal ini hanya bikin rugi dan bukanlah solusi bagi masyarakat”, ujar Tongam.

Lebih lanjut Tongam menjelaskan bahwa praktek fintech lending ilegal selalu mengenakan bunga yang sangat tinggi dengan jangka waktu pinjaman yang pendek. Pelaku fintech ilegal ini umumnya melakukan intimidasi saat penagihan.

Modus fintech ini seringkali menawarkan jasanya melalui layanan SMS. Padahal praktek seperti itu dilarang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mengutip Pasal 43 POJK 77/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, OJK melarang penawaran layanan kepada pengguna dan/atau masyarakat melalui sarana komunikasi pribadi tanpa persetujuan pengguna.

Total fintech ilegal yang telah ditutup Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 sampai September 2020 mencapai 2840 entitas. Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 32 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin. Entitas investasi ilegal ini berpotensi terhadap aksi penipuan kepada masyarakat dengan menawarkan pemberian imbal balik hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Baca Juga:  Perantara Suap Eks Bupati Kepulauan Talaud Dieksekusi KPK ke Sukamiskin

Satgas Waspada Investasi tidak lupa untuk mengimbau masyarakat supaya memastikan legalitas badan usahanya sebelum melakukan investasi. Juga harus tetap logis dalam menilai imbal balik hasil yang ditawarkan.

Informasi mengenai legalitas perusahaan yang dimaksud dapat diakses melalui www.sikapiuangmu.ojk.go.id. Satgas juga berharap masyarakat dapat berperan serta melalui layanan konsultasi kepada OJK mengenai fintech lending ataupun tawaran investasi yang beredar melalui Kontak OJK 157, WA 081157157157 atau email [email protected] atau [email protected].

Tags: , ,