Selama Tahun 2020, Kasus Perundungan Terhadap Anak di Kota Solo Meningkat

Selama Tahun 2020, Kasus Perundungan Terhadap Anak di Kota Solo Meningkat

Unit Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Surakarta (PTPAS) mencatat adanya puluhan kasus kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak di Kota Solo selama tahun 2020 lalu.

Salah satu yang menjadi perhatian dalam catatan itu adalah tentang perundungan terhadap anak.

Melansir bengawannews pada hari Rabu (24/03/2021) kemarin, Siti Dariyatini selaku Ketua PTPAS mengatakan, “Kasus kekerasan terhadap anak paling banyak adalah bullying (perundungan)”.

Pihaknya menyampaikan bawha selama tahun 2020 yang lalu, tercatat ada sebanyak 10 kasus perundungan.

Sementara jika dibandingkan dengan data pada tahun 2019, pihaknya mencatat hanya ada 4 kasus yang sama.

Artinya, data tersebut menunjukkan bahwa terdapat kenaikan kasus perundungan anak sebesar 150 persen.

Walau hanya tercatat 10 kasus, Siti meminta kepada masyarakat untuk memberikan perhatian mengenai persoalan tersebut.

Pihaknya merasa yakin bahwa kasus yang terjadi adalah jauh lebih banyak namun tidak dilaporkan.

Menurut Siti, kasus perundungan masih banyak dianggap sepele oleh masyarakat.

Padahal, seperti yang diketahui, perundungan bisa memberikan dampak yang sangat besar bagi psikologi anak.

Untuk informasi, pada tahun 2019 lalu, terdapat anak yang jadi korban perundungan hingga mencoba melakukan bunuh diri.

“Untungnya ketahuan oleh gurunya yang kemudian melapor. Sehingga kami bisa memberikan pendampingan”, ungkap Siti.

Siti juga menuturkan bahwa kasus perundungan anak tidak hanya terjadi di dunia maya. Namun sebagian malah justru dilakukan oleh teman bermain.

Tags: , ,