Selesai Diperiksa, KPK Jelaskan Sepak Terjang Isnu Edhi Wijaya

Selesai Diperiksa, KPK Jelaskan Sepak Terjang Isnu Edhi Wijaya

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, penyidik KPK telah selesai memeriksa tersangka Isnu Edhi Wijaya. Menurut Ali, pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Isnu sempat menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga malam. Yang bersangkutan sebelumnya diketahui merupakan mantan Direktur Utama (Dirut) Perum Percetakan Negara Republik Indonesia PNRI).

“Yang bersangkutan ISE (Isnu Edhi Wijaya) telah selesai diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) e-KTP,” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/11/2020.

“Penyidik masih terus mendalami posisi dan peran aktif yang bersangkutan selaku Dirut Perum PNRI maupun leader Konsorsium PNRI dalam pelaksanaan lelang dan pelaksanaan pembagian pekerjaan proyek e-KTP kepada anggota konsorsium,” jelasnya.

Baca Juga:  Kasus Kerumunan Rizieq di Megamendung Naik Ke Penyidikan, FPI Singgung Kejadian di Daerah Termasuk Solo

Penyidik KPK sebelumnya sempat memeriksa Isnu, saat itu penyidik sempat bertanya dan menggali keterangan yang bersangkutan mengenai peranan aktifnya pada saat masih menjabat sebagai Dirut Perum PNRI dalam kasus perkara korupsi terkait pengadaan e-KTP yang diselenggarakan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri Tahun Anggaran (TA) 2011.

Isnu sebelumnya diketahui merupakan mantan Ketua Konsorsium PNRI yang terdiri dari Perum PNRI, PT Sucofindo, PT LEN, PT Quadra Solution dan PT Sandipala Arthaputra.

Sebelumnya pada 13 Agustus 2019, KPK telah mengumumkan 4 orang sebagai tersangka baru dalam pengembangan penanganan kasus perkara dugaan korupsi proyek e-KTP.

Keempat tersangka tersebut masing-masing adalah Isnu Edhi Wijaya, Husni Fahmi Staf Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kemudian tersangka Miryam S Haryani mantan Anggota DPR RI 2014-2019 dan Direktur Utama (Dirut) PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos (PST).

Baca Juga:  KPK Jebloskan Eks Asisten Pribadi Imam Nahwawi ke Lapas Sukamiskin

Keempat (4) orang tersangka tersebut disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Tags: , ,