Sempat Bilang Perumahan Anak Yatim Piatu Akan Dibangun di Bantaran Sungai, Bajo Klarifikasi

Sempat Bilang Perumahan Anak Yatim Piatu Akan Dibangun di Bantaran Sungai, Bajo Klarifikasi.

Dalam acara Debat Publik I Pilkada Solo 2020 pada Jumat (6/11/2020) lalu pasangan cawali-cawawali Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) mengeluarkan pernyataan yang dianggap blunder.

Ketika itu pasangan Bajo mengatakan akan membangun perumahan di bantaran Bengawan Solo dan itu menyalahi peraturan pemerintah. Area bantaran sungai tidak dibolehkan untuk tempat hunian atau harus steril.

Pasangan Bajo memberikan klarifikasi terkait hal tersebut saat menggelar konferensi pers pada hari Selasa (24/11/2020) kemarin. Pasangan independen tersebut mengklarifikasi bahwa lahan untuk pembangunan perumahan bukan jalur sempadan sungai atau area hijaunya. Namun lahan kosong di luar kawasan tersebut.

Untuk informasi, keberadaan perumahan tersebut akan diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan anak-anak telantar.

Baca Juga:  Gibran-Teguh Ditetapkan Sebagai Cawali-Cawawali Solo Terpilih Hari Ini

Pasalnya, Bagyo mengatakan salah satu program unggulan Bajo adalah merawat anak-anak yatim piatu dan anak-anak terlantar.

Bagyo menjelaskan, “Kami akan bangun perumahan-perumahan untuk anak yatim piatu dan anak telantar. Kami akan gunakan lahan bukan bantaran atau taman, tapi lahan dekat situ. Karena waktu dalam debat pendek, saya nyebut bantaran”.

Menurutnya, dari hasil blusukan Bajo beberapa bulan terakhir, masih ada lahan luas di dekat Bengawan Solo yang bisa digunakan untuk perumahan.

Ia menjelaskan, “Lokasinya setelah taman hijau dan jalan”.

Bagyo juga menyatakan tidak ada niatan sedari awal untuk menggunakan bantaran Bengawan Solo untuk perumahan.

Karena dia mengetahui regulasinya seperti apa dan Bajo memiliki tim ahli yang tahu aturan pemerintah.

Baca Juga:  Puncak Musim Hujan Januari-Februari, BPBD Solo Himbau Warga Waspada

Pihaknya juga mengaku sangat prihatin dengan kehidupan anak-anak yatim piatu di tempat-tempat penampungan.

“Saya merasa sedih, tempat-tempat penampungan yang ada kurang manusiawi. Saya merasa ikut prihatin,” ujarnya.

Bajo ingin anak-anak yatim piatu bisa mendapatkan tempat tinggal dan fasilitas yang layak. Juga harus dibimbing dan dibekali dengan berbagai keterampilan sebagai bekal bekerja ketika dewasa.

Tags: , ,