Semua PKL yang Pakai Fasos dan Fasum di Karanganyar Wajib Tutup

Semua PKL yang Pakai Fasos dan Fasum di Karanganyar Wajib Tutup

Selama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar menegaskan bahwa seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) harus tutup.

Selaku koordinator penegak disiplin, Kepala Satpol PP Karanganyar Yopi Eko Jati Wibowo mengatakan bahwa pihaknya akan mulai bergerak melakukan penegakan disiplin pada hari pertama pelaksanaan PPKM di Karanganyar.

Ia menuturkan, “Kami mulai bergerak melakukan penegakan disipilin di semua wilayah. Patroli akan kita lakukan mulai pagi hingga malam hari”.

Dijelaskannya, bahwa semua PKL yang menggunakan tenda dan gerobak yang menempati fasilitas umum dan fasilitas sosial harus tutup selama dua pekan.

Kecuali pedagang yang menggunakan sepeda motor yang tidak berhenti pada satu tempat.

“Semua harus libur. Tidak ada pembatasan. Selama penerapan PPKM para PKL yang menempati fasilitas umum dan fasilitas sosial semua harus tutup,” imbuhnya.

Baca Juga:  Gibran Batal Dilantik di Balai Kota Solo

Sementara itu, Martadi -Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar- membenarkan jika seluruh PKL yang menempati fasilitas umum dan fasilitas sosial, baik yang berada di alun-alun maupun Taman Pancasila, seluruhnya diliburkan.

Murtadi menuturkan, “Yang boleh buka itu hanya Pujasera dan Bundaran HI. Siang malam harus tutup. Alun-alun dan Taman Pancasila tidak buka. Total ditutup”.

Disinggung terkait permintaan dispensasi dari para PKL yang merasa dianaktirikan dengan pedagang Pujasera, pihaknya mengaku belum menerima surat permohonan dispensasi tersebut.

Menurutnya, para pedagang di Pujasera dan Bundaran HI Tawangmangu tersebut buka pagi hari dan sore hari sudah tutup.

Sementara itu untuk para PKL yang ada di alun-aun dan Taman Pancasila buka mulai pukul 16.00 WIB hingga malam hari.

Baca Juga:  Solo Terima 70.000 Dosis Vaksin Covid-19 Tahap Dua

“Daripada tanggung, lebih baik PKL di alun-alun dan Taman Pancasila ditutup sekalian saja,” pungkasnya.

Pada kesempatan terpisah, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta masyarakat bersabar selama 14 hari melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat atau PSBB. Kabupaten Karanganyar termasuk wilayah di Provinsi Jawa Tengah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai Senin hingga Senin (11-25/1/2021).

“Hari ini, 11 Januari hingga 25 Januari pelaksanaan PPKM. Saya berharap ini semua bisa ditaati siapapun. Ini upaya mendisiplinkan masyarakat. Tuhan mengingatkan kita akan diuji kekhawatiran, kekurangan makan, dan lain-lain. Oleh karena itu tenang, sabar. Ini melanda dunia. Cara yang paling efektif ya disiplin selama 14 hari dengan baik”, katanya.

Tags: , ,