Sepekan Lagi Rumah Sakit Lapangan di Benteng Vastenburg Selesai

Sepekan Lagi Rumah Sakit Lapangan di Benteng Vastenburg Selesai

Pada hari Jumat (22/1/2021) kemarin, sejumlah peralatan pendukung beroperasinya rumah sakit lapangan (Rumkitlap) TNI AD telah tiba di kompleks Benteng Vastenburg.

Pembangunan rumkitlap tersebut diperkirakan akan rampung sepekan lagi.

Sementara itu, untuk operasional rumkitlap tersebut adalah menunggu kesiapan dari tenaga kesehatan (nakes).

Kolonel Inf Rano Tilaar selaku Komandan Korem 074 Warastratama menuturkan, “Hari ini dilaksanakan gelar (pemasangan peralatan rumkitlap). Idealnya bisa digelar dalam waktu tujuh hari untuk persiapan infrastrukturnya”.

Di dalam kompleks Benteng Vastenburg tersebut, rencananya akan didirikan 20 tenda perawatan pasien dan fasilitas kesehatan lainnya yang setara dengan rumah sakit.

Setelah pembangunan fisik selesai selanjutnya akan dilanjutkan dengan sterilisasi.

Baca Juga:  Sragen Darurat Kasus Kekerasan Seksual Anak

Rano juga menambahkan bahwa terkait operasional adalah dengan menunggu kesiapan nakes.

Selain operasional yang menunggu kesiapan dari para nakes, teknis lainnya juga ditentukan komandan rumkitlap.

“Tapi prosesnya tidak akan lama sepertinya. Tujuh hari ini plus kegiatan persiapan opersional yang dibutuhkan,” tuturnya.

Untuk informasi, rumkitlap yang dibangun di Benteng peninggalan Belanda tersebut nantinya akan dilengkapi 100 tempat tidur dan didukung 100 nakes dari RST Slamet Riyadi yang ditugaskan merawat pasien Covid-19.

Rumkitlap akan terus beroperasi menyesuaikan kebutuhan lapangan dengan tolok ukur kebermanfaatan dalam penanganan Covid-19 baik di Kota Solo maupun sekitarnya.

Bantuan dari kepala staf Angkatan Darat ini diharapkan dapat meringankan tugas pemerintah daerah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Angka Kasus Positif Covid-19 Solo Bertambah 196 Kasus

Rano menegaskan, “Ini merupakan bentuk sinergitas dengan pemerintah daerah untuk menangani pandemi. Ketika Covid-19 sudah mereda dan (rumkitlap) tidak dibutuhkan lagi, tentu dievaluasi”.

Tags: , ,