Siap Disidangkan, Berkas Dua Petinggi PT DI Telang Rampung

Siap Disidangkan, Berkas Dua Petinggi PT DI Telang Rampung

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah melimpahkan berkas perkara 2 orang tersangka atau terdakwa ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung/Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Menurut Ali, kedua tersangka itu adalah Budi Santoso (BS) mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Irzal Rinaldi Zaelani (IRZ) mantan Kepala Divisi Penjualan PT DI.

Ali menjelaskan, kedua orang itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus perkara dugaan korupsi terkait kegiatan penjualan dan pemasaran di PT DI Tahun 2007 hingga 2017 yang diduga dilakukan secara fiktif.

“Dalam perkara dugaan korupsi di PT DI dengan dugaan kerugian negara sekitar Rp202 miliar dan 8,6 juta dolar AS, hari ini tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK telah melimpahkan berkas perkara terdakwa (tersangka) Budi Santoso (BS) dan Irzal Rinaldi Zailani (IRZ) ke Pengadilan Tipikor Bandung,” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10/2020).

“Penahanan terhadap keduanya (Budi Santoso dan Irzal Rinaldi Zailani) selanjutnya beralih dan menjadi kewenangan Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” jelasnya.

Menurut Ali, selanjuthya kedua terdakwa itu menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan jadwal persidangan perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Kedua terdakwa tersebut disangkakan telah melanggar dakwaan alternatif, pertama Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Kedua terdakwa juga disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Ali menambahkan, penyidik KPK hingga saat ini juga masih terus mengembangkan perkara tersebut dengan mengumpulkan alat bukti dugaan keterlibatan pihak lain.

Selain 2 terdakwa tersebut, diketahui terdapat nama-nama lain yang disebut KPK dalam konstruksi perkara turut menerima aliran uang saat itu, yakni Arie Wibowo selaku Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT DI serta Budiman Saleh selaku Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI.

Tags: , ,