Sidang Pembacaan Eksepsi Jaksa Pinangki Digelar Hari Ini

Sidang Pembacaan Eksepsi Jaksa Pinangki Digelar Hari Ini

Persidangan lanjutan kasus tersangka Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) kembali digelar di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pinangki sebelummya diketahui merupakan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi terkait kepengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA) untuk Djoko Tjandra.

Agenda sidang pada hari ini adalah mendengarkan pembacaan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Sidang dijadwalkan digelar pada pukul 10.00 WIB.

‚ÄúPagi ini di PN Jakpus dengan agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan JPU,” kata Jefri Moses, kuasa hukum terdakwa Pinangki kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Sementara itu, Humas PN Jakarta Pusat, Bambang Nurcahyono saat dikonfirmasi wartawan membenarkan terkait adanya agenda sidang Pinangki.

Baca Juga:  KPK Eksekusi Eks Bupati Talaud ke Lapas Anak Wanita Tangerang

Menurut Bambang, pelaksanaan sidang Pinangki tetap berjalan normal seperti biasa, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan terkait pencegahan (mitigasi) penularan wabah pandemi global Coronavirus (Covid-19).

Sementara itu sebelumnya, Pinangki didakwa telah menerima uang tunai sebesar 500.000 Dolar Amerika (USD) dari Djoko Tjandra terkait kepengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Fatwa itu menjadi upaya agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali sehingga ia dapat kembali ke Indonesia tanpa menjalani vonis dua tahun penjara di kasus itu.

Dari jumlah yang ia terima, Pinangki memberikan 50.000 USD kepada rekannya dalam kepengurusan fatwa tersebut, Anita Kolopaking. Sementara itu, sisanya sebesar 450.000 USD digunakan untuk keperluan pribadi Pinangki.

Pinangki membeli mobil BMW X-5, membayar dokter kecantikan di Amerika Serikat, menyewa apartemen atau hotel di New York, membayar tagihan kartu kredit, serta membayar sewa dua apartemen di Jakarta Selatan.

Baca Juga:  Sidang Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Divonis Seumur Hidup dan Denda Rp 10 Triliun

Atas perbuatannya, Pinangki disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 2 jo Pasal 5 Ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor subsider Pasal 11 UU Tipikor.

Pinangki juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pinangki dijerat Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Pinangki juga didakwa melakukan pemufakatan jahat dan dijerat Pasal 15 jo Pasal 5 Ayat (1) huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 juncto Pasal 13 UU Tipikor.

Tags: , ,