Sidang Tipikor Eks Sekretaris MA Digelar, Saksi Ungkap Soal Pembelian Lahan Sawit

Sidang Tipikor Eks Sekretaris MA Digelar, Saksi Ungkap Soal Pembelian Lahan Sawit

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta/Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menggelar agenda persidangan pemeriksaan saksi dalam kasus perkara terdakwa Nurhadi dan kawan-kawan. Nurhadi sebelumnya diketahui merupakan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Salah satu saksi yang dihadirkan dalan persidangan adalah Calvin Pratama. Calvin diketahui merupakan mantan pegawai PT Herbiyono Energi Industri. Dalam persidangan, Calvin mengaku mengetahui terkait proses pembelian perkebunan sawit yang dilakukan Rezky Herbiyanto (menantu) sebesar Rp 13 miliar.

“Waktu itu saya diminta bayar sejumlah uang ke Ko Iwan (rekan bisnis Rezky) untuk membayar lahan kelapa sawit. Kalau tidak salah jumlahnya sekitar Rp 13 miliar. Saya juga pernah melihat dokumen-dokumen balik nama atas nama Rezky dan Rizki Aulia waktu itu,” kata Calvin dalam persidangan di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2020).

Sementara itu dalam persidangan ini, Calvin menjadi saksi untuk 2 orang terdakwa sekaligus masing-masing Nurhadi dan Rezky Herbiyanto. Keduanya sebelumnya didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK karena diduga menerima suap sejumlah Rp 45,726 miliar.

Menurut jaksa, uang tersebut diduga berasal dari tersangka Hiendra Soenjoto mantan Direktur Utama (Dirut) PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) 2014-2016. Nurhadi dan Rezky diduga telah menerima pemberian gratifikasi sebesar Rp 37,287 miliar dari sejumlah pihak sepanjang periode 2014 hingga 2017.

Rezky diduga telah menggunakan uang pemberian dari Hiendra Soenjoto untuk membeli sejumlah aset seperti lahan sawit di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut) sebesar Rp 2 miliar pada 8 Juni 2015.

“Saya datang (saat transaksi) di dalam mobil sudah ada uang isinya Rp 13 miliar, tapi bentuknya (mata uang asing) Dolar Amerika (USD). Kemudian di dalam mobil sudah ada Pak Waskito Adi, Pak Yoga sama Rezky, kita ke Bank Bukopin Fatmawati (Jakarta Selatan). Pak Waskito kemudian membuka ulang rekening dolar baru itu atas nama saya,” jelasnya.

“Saya lupa yang disetorkan berapa, baru setelah dolar dimasukkan, bisa ditransfer dalam bentuk rupiah ke rekening atas nama Pak Iwan. Ditanya untuk apa, terus kata Pak Waskito jawab untuk kelapa sawit,” tuturnya.

“Karena seingat saya, semua Pak Waskito yang urus. Setahu saya Iwan hanya bantu bayarkan untuk Rezky beli sawit, dia yang transfer ke pemilik lahan (sawit),” terangnya.

“Luas dan harga saya kurang ingat, tapi waktu itu saya disuruh cek di Patal Senayan (kebun sawit) ini sudah balik nama sertifikatnya. Cuma saya lupa pemilik namanya, terakhir atas nama Rezky Herbiyono atau Rizky Aulia (anak Nurahadi/istri Rezky Herbiyono),” pungkasnya.

Tags: , ,