Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Di Solo Hanya 2 SMP, Mana Saja?

Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Di Solo Hanya 2 SMP, Mana Saja?

Untuk menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) dalam pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menunjuk dua SMP.

Kedua sekolah yang ditunjuk untuk menggelar kegiatan tersebut adalah SMPN 4 dan SMP Al Azhar Syifa Budi.

Etty Retnowati selaku Kepala Dinas Pendidikan Solo menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan segera menyusun standard operating procedure (SOP) untuk siswa.

Kemudian setelah itu membuat surat permohonan rekomendasi kepada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo.

Pada hari Jumat (9/10/2020) kemarin, Etty menuturkan, “Kapan tepatnya simulasi digelar? Masih menunggu. Tapi ini tadi perintah Wali Kota, kami diminta bikin video dulu mengenai SOP-nya”.

Menurutnya, simulasi pembelajaran tatap muka tersebut mulai dari anak datang ke sekolah, mengikuti pelajaran, hingga pulang.

Etty menambahkan bahwa pengambilan gambar atau shooting simulasi itu kemungkinan pada hari Senin pekan depan.

Baca Juga:  Angka Kasus Covid-19 Solo Tembus 1.007 Orang

Etty menuturkan, “Tinggal membuat surat ke Satgas (Covid-19), kemudian minta rekomendasi. Kami mengajukan 23 sekolah, tapi cuma dua sekolah yang ditunjuk”.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa seluruh infrastruktur pendukung protokol kesehatan sudah siap sesuai usulan pengawas sekolah dan simulasi hanya pada dua sekolah agar lebih memudahkan.

Untuk teknisnya, satu sekolah menggelar pembelajaran tatap muka SMP Solo itu berlangsung satu pekan untuk 50% rombongan belajar secara bergantian. Dengan demikian, tidak semua siswa sekolah itu bakal mengikuti PTM.

Hal tersebut yakni tergantung izin dari orang tua siswa bersangkutan.

Sementara itu, FX Hadi Rudyatmo -Wali Kota Solo-, mengatakan bahwa simulasi PTM hanya untuk siswa kelas IX.

Baca Juga:  LPPM UNS Solo Lockdown 10 Hari Imbas 2 Pejabat Meninggal Positif Covid-19

Sebanyak 50% siswa bakal belajar PTM di sekolah selama sepekan dan 50% sisanya tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Setelahnya, siswa itu bergantian PTM dan PJJ di pekan berikutnya.

Rudy sapaan Wali Kota Solo, menuturkan, “Sesudah siswa selesai belajar nanti meja mereka akan kami semprot alkohol, lantai juga dipel. Kami juga akan menggelar rapid test kepada bapak-ibu guru dan penjaga sekolah. Nah, kalau ada yang reaktif apalagi sampai uji swab-nya positif, kami akan membatalkan simulasi PTM tersebut”.

Jika lancar atau tak ada yang reaktif/positif Covid-19, simulasi tersebut bisa lanjut. Selama 14 hari PTM berlangsung, akan ada evaluasi dan rapid test atau uji swab kembali.

Tags: , ,