Situs Api Abadi Mrapen Padam, Diduga Karena Galian Sumur

Situs Api Abadi Mrapen Padam, Diduga Karena Galian Sumur

Seperti yang ramai diberitakan, situs api abadi Mrapen padam pada 25 September lalu.

Hal tersebut diduga disebabkan oleh pengeboran sumur sedalam lebih dari 30 meter.

Pengeboran yang berjarak 200 meter dari situs tersebut diduga menyebabkan kebocoran gas sehingga mengurangi suplai gas methane sebagai bahan bakar api.

Untuk informasi, sumur dibor pada 12 September dan 20 September debit gas di situs tersebut menjadi mengecil, setelah lima hari kemudian api padam.

Sinung Sugeng Arianto -Kasi Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Kendeng Selatan- mengatakan, “Kemungkinan memang kedalamannya lebih dari 30 meter karena semburan gasnya cukup besar dan kandungan gas methane-nya juga cukup tinggi karena dari hasil pengecekan dengan alat memang lebih dari 100 pm”.

Baca Juga:  Berkas Sudah Dilimpahkan, Dadang Suganda Segera Disidang

Untuk menghindari potensi ledakan jika gas tersulut api, di lokasi sekitar sumur kini dipasang garis polisi.

Ganjar Pranowo -Gubernur Jawa Tengah- sebelumnya juga meminta penyebab padamnya api abadi Mrapen diselidiki oleh dinas ESDM.

Ganjar menuturkan, “Mungkin ada gangguan kiri kanannya, bisa jadi ternyata di sebelahnya ada orang yang melakukan tindakan yang mengganggu. Umpama, ada orang menggali di sini, kemudian gasnya bocor ke lubang yang digali itu. Saya minta tim mengecek dan menyelidiki sekaligus melakukan penelitian”.

Sementara itu, Sinung juga menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengupayakan penyelamatan situs api abadi Mrapen.

Sinung mengatakan, “Kami tengah berupaya mencari langkah-langkah yang tepat agar situsnya tetap terjaga karena selama ini tempat tersebut juga menjadi ritual tahunan umat Buddha pada upacara Hari Raya Waisak”.

Baca Juga:  Pesan KPK di Hari Sumpah Pemuda

Seperti yang diketahui, kompleks api abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah pada walaupun turun hujan sekalipun”

Tags: , ,