Soal Isu Jokowi 3 Periode, KSP Bantah Amien Rais

Soal Isu Jokowi 3 Periode, KSP Bantah Amien Rais

Mantan Ketua MPR RI Amien Rais kembali menuangkan keresahannya terhadap kondisi perpolitikan Indonesia belakangan ini.

Kali ini ia menaruh kecurigaan terhadap upaya yang dilakukan sejumlah pihak untuk menerbitkan pasal dalam aturan hukum agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa kembali memimpin dalam tiga periode.

Melalui akun Instagram pribadinya pada hari Sabtu (13/3/2021) lalu, Amien Rais mengatakan, “Akankah kita biarkan, plotting rezim sekarang ini, akan memaksa masuknya pasal supaya bisa dipilih ketiga kalinya”.

Politisi partai PAN itu menangkap sinyal politik terkait skenario yang tengah dilakukan sejumlah pihak untuk melakukan manuver agar Jokowi bisa terpilih sebagai presiden tiga periode. Salah satunya melalui manuver politik yang dilakukan pemerintah saat ini untuk mengamankan semua lembaga negara, mulai dari DPR, MPR, DPD, maupun lembaga negara lain guna mencapai tujuan tersebut.

Manuver politik, kata Amin, juga terlihat dari keinginan pemerintah menghapus prinsip-prinsip dasar negara yang terkandung dalam Pancasila. Namun, yang lebih katanya, keinginan pemerintah itu juga didukung oleh kekuatan sumber daya politik dan keuangan yang sangat besar.

“Yang lebih penting lagi yang paling berbahaya adalah ada usaha yang betul-betul luar biasa, skenario, dan back up politik serta keuangannya itu,” kata Amien.

Mengetahui hal tersebut, Ade Irfan Pulungan selaku Tenaga ahli Kepala Staf Presiden (KSP) menegaskan bahwa Jokowi tak ingin melanggar ketentuan yang sudah tertuang dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia.

Pada hari Minggu (14/3/2021) kemarin, Ade menuturkan, “Gak ada (setuju presiden tiga periode). Pak Jokowi tidak punya keinginan langgar konstitusi negara yang namanya UUD 1945. Saya yakinkan 10 ribu persen”.

Pihaknya menegaskan bahwa sampai saat ini tak ada rencana amandemen UUD 1945 yang bergulir di MPR terkait perpanjangan masa jabatan presiden.

Ade juga menegaskan bahwa langkah untuk melakukan amandemen pasal-pasal dalam UUD 1945 tak semudah yang dibayangkan oleh Amien Rais.

“Gak semudah itu. Jangan berapriori, suudzan tanpa adanya alasan dan fakta yang kuat mengenai hukum dan fakta sosial lainnya,” tuturnya.

Ade justru curiga Amien sedang kalang kabut usai tak memiliki kekuasaan di partai politik lagi saat ini. Ia lantas menyarankan sudah seharusnya Amien Rais mengisi hari tuanya dengan berbuat yang positif ketimbang menghasut orang banyak.

“Berbaik sangka lah kepada semua orang. Jangan di masa tuanya jadi karakter Sengkuni, yang selalu menghasut, selalu propaganda orang,” tuturnya.

Tags: , ,