Soal Pembubaran Hajatan Di Sragen, Formas Sebut Langkah Polisi Tepat!

Soal Pembubaran Hajatan Di Sragen, Formas Sebut Langkah Polisi Tepat!

Tindakan polisi yang membubarkan beberapa acara hajatan yang digelar di wilayah Sragen, disebut oleh Forum Masyarakat Sragen atau Formas sebagai langkah yang tepat.

Andang Basuki selaku Ketua Formas memahami bagaimana kesulitan dari para pekerja seni yang harus kehilangan pekerjaan sebagai dampak belum adanya izin keramaian dari polisi bagi warga yang ingin menggelar hajatan.

Namun dengan itu, ia juga mengingatkan bahwa upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 adalah tanggung jawab bersama.

Pada hari Minggu (4/10/2020) kemarin, Andang menuturkan, “Karena hanya dengan melaksanakan protokol kesehatan secara benar itu yang bisa memutus mata rantai Covid-19. Pencegahan virus corona itu tanggung jawab bersama. Jangan hanya menyalahkan pemerintah kalau kasus corona terus meningkat. Soalnya paling enak itu juga menyalahkan negara. Giliran diajak taat pada protokol kesehatan, warga acuh tak acuh”.

Andang menyebut bahwa hingga kini polisi belum menerbitkan izin keramaian, termasuk untuk kegiatan hajatan yang mengundang banyak orang.

Andang menegaskan, apabila warga nekat menggalar hajatan dengan mengundang banyak tamu bahkan menyiapkan hiburan campursari maka warga tersebut harus siap menerima risikonya.

Menurutnya, pemerintah tidak melarang hajatan asalkan digelar dengan cara sederhana, dalam waktu terbatas dan tidak mengundang banyak tamu undangan.

Andang menjelaskan, “Inti dari pernikahan itu kan ijab kabul. Kalau acara inti selesai ya sudah. Kalau sampai menggelar pesta campursari dengan jumlah tamu lebih dari 200 orang itu tentu kurang tepat. Di masa pandemi itu sudah semestinya tidak mengadakan kegiatan yang mengundang kerumunan orang”.

Ia menilai bahwa warga Sragen belum sepenuhnya mau mematuhi protokol kesehatan seperti selalu mengenakan masker, sering cuci tangan pakai sabun maupun hand sanitizer serta menjaga jarak satu sama lain.

Baca Juga:  Pada Januari 2021, Pemkot Solo Pastikan Manahan Steril Dari Pedagang Demi Piala Dunia U-20

Andang juga menjelaskan, soal acara hajatan di Sragen yang dibubarkan polisi, warga sebetulnya sudah menyediakan tempat cuci tangan dan mewajibkan tamu undangan bermasker. Namun, pemilik hajatan tersebut mengabaikan salah satu protokol kesehatan yakni menjaga jarak antartamu undangan.

“Mengundang banyak tamu itu jelas melanggar protokol kesehatan karena selama terjadi pandemi, warga dilarang berkerumun. Kalau undang banyak tamu otomatis juga butuh ruang yang lebih lebar karena physical distancing harus diberlakukan. Saya lihat meski sudah ada tempat cuci tangan dan memakai masker, physical distancing itu yang diabaikan warga,” tandasnya

Tags: , ,