Solo Batik Fashion 2020, Rudy : “Batik Adalah Karya Luhur Bangsa”

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Kota Solo yang dikenal sebagai Kota Batik kembali hadirkan gelaran Solo Batik Fashion (SBF) yang ke-12 secara virtual. Gelaran pertama, yaitu pada hari Jumat, (02/10/2020) sukses digelar di Sumaryo Ballroom 3 dan 4, The Sunan Hotel Solo.

Acara yang dipandu oleh Okfied N. S dan Albert Yuwono ini turut menghadirkan rancangan-rancangan fashion batik dari perancang busana ternama, seperti Joko SSP, Yoyo, Owen, Erdan dan desainer lainnya dari kota Solo, Semarang dan Yogyakarta.

Acara dibuka dengan upacara pembukaan, mulai dari funfare, lighting show, serta bumper acara dan tak lupa penampilan dari Wina Ayu Kencono yang menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka.” Tak lupa juga pemberian penghargaan berupa cinderamata dan sertifikat dari Dinas Pariwisata kepada pihak-pihak yang mendukung berlangsungnya Solo Batik Fashion ini, diantaranya ada LT Pro, The Sunan Hotel Solo, Mercy, Quality, dan beberapa  perancang busana yang berpartisipasi.

Acara dilanjutkan dengan peragaan busana dari beberapa perancang fashion batik, seperti Joko SSP yang menyuguhkan karyanya dan diiringi dengan lagu “Zamrud Katulistiwa”, dan kemudian dilanjutkan oleh karya-karya dari perancang lainnya, seperti dari Karina, Owen, Yoyo Prasetyo, Erdan dan sebagai penutup ada dari Yenyen Carnival yang juga diiringi oleh Wina Ayu Kencono, menyanyikan “Rayuan Pulau Kelapa”

Ditemui oleh Soloraya.id, salah satu perancang busana “Dwi Hadi,” Dina, yang juga satu tim dengan Joko SSP dalam peragaan busana di Solo batik Fashion ini,  mengatakan bahwa perhelatan Solo Batik Fashion ini sangat bagus dari tahun ke tahun, meskipun tahun ini digelar di tengah-tengah pandemi, tidak mematahkan semangat  para perancang  batik untuk tetap berkarya.

“Sangat bagus, karena Solo Batik Fashion dari tahun ke tahun terus kita adakan. Dengan adanya pandemi sekarang ini, bukan berarti mematahkan semangat kita untuk berkarya. Jadi dalam pandemi ini kita harus terus melaksanakan apa yang semestinya yang setiap tahun kita lakukan, yaitu Batik Solo Fashion.” Ungkap Dina kepada Soloraya.id, Jumat malam

Dalam acara ini pula, Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo menyampaikan sambutan tertulis yang dibacakan oleh perwakilannya, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Surakarta, Ir Ahyani, menyampaikan apresiasinya atas pihak-pihak yang mendukung acara Solo Batik Fashion 2020 yang digelar secara virtual.

Dalam sambutan tertulisnya itu, dirinya menegaskan bahwa kelestarian batik tidak hanya peran dari pemegang kepentingan saja, namun juga kewajiban masyarakat Indonesia untuk melestarikan batik dalam rangka menjaga kehormatan bangsa. Terlebih Kota Solo telah lama menjadi sentra karya batik karena didukung oleh para pengrajin yang profesional dan ketersediaan bahan baku dan distribusi pemasaran.

Baca Juga:  Yulia Bukan Dibunuh di Mobil Terbakar, Tapi Dihabisi di Kandang Ayam

“Batik adalah karya luhur bangsa Indonesia yang harus dilestarikan, melalui batik inilah, banyak orang dapat mencukupi kebutuhannya dengan berkembangnya usaha mikro dan kecil menengah di kota Solo.” Tulis pria yang akrab disapa Rudy dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda Surakarta, Ir. Ahyani

Digelar selama 2 malam, 2-3 Oktober 2020, pada jam 19.00 WIB, Solo Batik fashion 2020 ditayangkan secara live streaming melalui kanal YouTube Pariwisata Solo dan Solo Batik Fashion 2020, selain itu  pula melalui Live Instagram di @pariwisatasolo serta @solobatikfashion2020, yang dapat dilihat dari seluruh penjuru dunia, seperti Belanda, Suriname, Canada dan Finlandia.

Mengangkat tema “Pesona Batik Nusantara,” menjadikan Kota Solo sebagai Barometer Fashion Batik, acara ini juga sekaligus mengapresiasi karya lagu almarhum Didi Kempot, dengan membuat event Tribute to Didi Kempot.

Incoming search terms:

  • solo batik fashion 2020
Tags: , ,