Solo Masih Zona Kuning, Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

Solo Masih Zona Kuning, Jangan Abaikan Protokol KesehatanSolo Masih Zona Kuning, Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 memasukkan Solo pada kategori risiko rendah atau zona kuning. Ini artinya risiko penularan virus penyakit itu masih ada namun dapat terkendali.

Mengutip dari situs covid19.co.id, kategori risiko zona kuning adalah masih ditemukannya kasus positif virus corona namun klaster penyebaran terkendali dan tidak bertambah.

Siti Wahyuningsih -Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo- mengatakan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Selasa (30/6/2020) tersisa tiga orang. Dua di antaranya menjalani karantina mandiri dan seorang dirawat inap di rumah sakit.

Siti menuturkan, “Sejak Kamis (25/6/2020) tidak terjadi penambahan kasus, stabil kumulatif di angka 42 orang. Namun warga tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan. Tren pasien dalam pengawasan (PDP) masih terus bertambah,”

Baca Juga:  Gibran: Warga Banyak Berasumsi, Target Saya Menang 92 Persen

Mengutip dari situs yang sama, masyarakat di dalam zona kuning seperti Kota Solo bisa beraktivitas di luar rumah dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Aktivitas bisnis dan industri bisa dibuka serta perjalanan diperbolehkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Begitu pula, tempat olahraga, fasilitas pelayanan kesehatan. Akan tetapi, kelompok rentan tetap disarankan di rumah dan kegiatan keagamaan terbatas bisa dilakukan.

Kendati termasuk zona kuning, angka reproduksi Covid-19 di Kota Solo hingga hari Minggu (28/6/2020) kemarin masih berada di atas 1 atau tepatnya 1,31 sesuai situs covid.bappenas.go.id.

Siti berharap kasus virus corona di Kota Bengawan tidak lagi bertambah sehingga Solo segera bisa bergerak ke zona hijau atau aman dari Covid-19.

Tags: , , ,