Solo Perpanjang PPKM Skala Mikro Hingga 8 Maret 2021

Solo Perpanjang PPKM Skala Mikro Hingga 8 Maret 2021

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Pulau Jawa-Bali. Dengan demikian, PPKM Mikro kembali berlaku 23 Februari hingga 8 Maret mendatang.

Seperti yang diketahui, PPKM Mikro pertama yang diterapkan 9-21 Februari membuahkan statistik positif, yakni peningkatan kasus positif virus corona (Covid-19) cenderung menurun di tujuh provinsi di Jawa-Bali. Begitu pula dengan kasus kematian.

Tujuh provinsi itu yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, dan Bali.

Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) pada hari Sabtu (20/2/2021) lalu, mengatakan, “Perpanjangan waktu diputuskan untuk dua minggu ke depan, yaitu 23 Februari sampai dengan 8 Maret 2021”.

Baca Juga:  Peradi Solo Sediakan Layanan Bantuan Hukum Gratis

Terkait dengan hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memutuskan untuk ikut memperpanjang PPKM Skala Mikro hingga hingga 8 Maret mendatang. Sedangkan aturan yang diterapkan masih sama dengan ketentuan yang diberlakukan dua pekan terakhir.

Ahyani selaku Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Solo mengklaim bahwa terdapat tren penurunan kasus COVID-19 di Kota Solo selama PPKM Skala Mikro.

Pada hari Senin (22/2/2021) kemarin, Ahyani menuturkan, “Jumlah pasien di rumah sakit sudah turun tinggal 212 orang”.

Selama PPKM Skala Mikro pihaknya juga melihat tidak ada Rukun Tetangga (RT) di Kota Solo yang masuk zona merah.

“Sebuah RT menjadi zona merah saat ada 10 kasus positif Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga:  Sedang Trend Penggunaan Tali Masker, Ini Bahayanya

Efektifitas tersebut membuat Pemkot memutuskan untuk melanjutkan PPKM Skala Mikro di kota Solo. Ahyani menyebut bahwa pihaknya tidak mengubah aturan dalam pembatasan tersebut.

“Hanya perlu penambahan optimalisasi posko di tingkat kelurahan,” jelas Ahyani.

Namun begitu, menurutnya, bahwa penerapan protokol kesehatan di tingkat masyarakat masih perlu ditingkatkan. Selama PPKM Skala Mikro, pihaknya masih menemukan beberapa masyarakat yang masih menggelar acara hajatan.

“Lebih baik masyarakat sabar, jangan menggelar hajatan dulu,” tuturnya.

Dirinya khawatir jika ada warga yang menggelar hajatan bisa menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat.

Tags: , ,