Solo Technopark Sudah Siap Tampung Ratusan Pemudik

Solo Technopark Sudah Siap Tampung Ratusan Pemudik

Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta terus mematangkan penyiapan lokasi karantina bagi pemudik saat Lebaran ini. Sebanyak 200 bed atau tempat tidur telah disiapkan di Solo Technopark (STP) untuk menampung pemudik yang menjalani karantina per 1 Mei.

Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Solo menyampaikan bahwa rumah karantina Solo Technopark (STP) saat ini sudah siap digunakan. Pemudik yang ketahuan melanggar akan dikarantina selama lima hari.

Pada hari Rabu (28/4/2021), putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, “STP sudah disiapin bed-nya, lantai atas dan bawah 200 bed. Yang dikarantina mereka yang ngeyel masuk masuk Solo saat larangan mudik lebaran berlaku, lima hari karantina”.

Sementara itu, Ahyani selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Solo juga menyampaikan bahwa persiapan STP sebagai rumah karantina pemudik sudah dipersiapkan secara matang. Pihaknya juga mengklaim segala kebutuhan terkait karantina sudah siap.

“Persiapan STP sudah jauh sekali. Sudah disiapkan dan tidak ada masalah,” jelas dia, pada Rabu (28/4/2021) kemarin.

Persiapan yang dilakukan mulai dari menimbang kapasitas STP yang dipersiapakan dengan 200 tempat tidur untuk pemudik. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan berbagai perlengkapan lainnya seperti lemari hingga kebutuhan konsumsi warga karantina.

Ahyani menuturkan, “STP kan sudah pernah dipakai untuk karantina. Ini sudah siap dipakai, tidak ada masalah. Bedanya dulu kan 14 hari, sekarang lima hari”.

Pihaknya juga memastikan bahwa pemudik bakal mendapatkan pelayanan yang layak selama diisolasi.

“Bed hingga kebutuhan konsumsi sudah disiapkan. Nanti kita matangkan lagi,” jelasnya.

Terkait kapasitas rumah karantina, pihaknya mengaku siap menambah jika jumlah pemudik membeludak.

Pemkot juga memiliki cadangan di Ndalem Joyokusuman yang dahulunya juga pernah dipakai untuk rumah karantina.

“Itu cukup, bisa ditambah dan bisa dikurangi. Lokasinya kami fokus di STP dulu. Untuk Dalem Djojokusuman juga disiapkan, namun yang utama STP dulu. Dalem Djojokusuman masih dipakai untuk kegiatan budaya dulu,” jelas Ahyani.

Tags: , ,