Sragen Selesaikan 5 Pasar di Masa Pandemi

Pembangunan lima pasar tradisional di Bumi Sukowati selesai sebelum masa akhir anggaran 2020. Kelima pasar tradisional yang dibangun di masa pandemi ini terdiri dari Pasar Masaran, Pasar Plupuh, Pasar Gemolong, Pasar Sumberlawang dan Pasar Gonggang dengan nilai pagu sebesar Rp 600 juta sampai Rp 2,5 miliar.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Sukowati, sudah mengecek lokasi pasar tradisional yang selesai dibangun itu. Hampir semua bangunan pasar yang baru dicat dengan warna dominan merah.

Kabid Penataan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tommy Isharyanto, menyampaikan penataan pasar yang pertama dilakukan di Pasar Masaran, Sragen.

Tommy menjelaskan pasar yang sebelumnya banyak keluhan dari pedagang itu diberi akses agar mobil bisa masuk dengan membuka akses dari selatan dan timur. Dia mengatakan kios-kios yang semula tidak berfungsi optimal dibangun baru dengan lokasi dipinggir batas barat lokasi pasar dan tanahnya diratakan.

Baca Juga:  Lahan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Solo Mulai Penuh

“Ide itu muncul kemudian muncul dana tugas pembantuan dari pusat senilai Rp 2,5 miliar. Dana TP itu merupakan dana non prototipe seperti yang terjadi di Pasar Blimbing Sambirejo. Penggunaan dana itu sesuai dengan kebijakan daerah sendiri. Akhirnya, dana itu digunakan untuk menata di Pasar Masaran. Sekarang pedagang mendukung. Ke depan, kami masih berpikir pada pedagang pasar pagi di luar pasar untuk ditata di sebelah utara pasar induk,” ujarnya, Jumat (18/12/2020).

Tommy melanjutkan selain Pasar Masaran, Disperindag juga merevitalisasi Pasar Plupuh dengan dana pagu Rp. 2,5 miliar. Tommy menjelaskan di Pasar Plupuh itu sifatnya menormalisasikan kios arena karena banyak ukuran dari kios yang tidak sesuai dengan ukuran pada dokumen izinnya.

Baca Juga:  BPBD Sebut Puting Beliung di WGM Hampir Terjadi Tiap Tahun

Selain itu, terang dia, posisi kios yang lebih rendah dari jalan ditinggikan karena sebelumnya ketika hujan selalu kebanjiran.

Tommy mengatakan kemudian Pasar Gemolong sebelah selatan juga dibangun, yakni sebuah hangar baru untuk los-los. Dia mencatat ada 187 pedagang yang tertampung pada hangar itu.

Selain itu, Tommy mengatakan ada Pasar Sumberlawang yang direnovasi terutama untuk pedagang di lantai II yang mengeluh air masuk pasar saat hujan dan sirkulasi udaranya sumpek.

Tags: , ,