Stok Masih Banyak, KPU Wonogiri Hibahkan APD

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri bakal menghibahkan ribuan sarana pendukung untuk mencegah penularan Covid-10 selama proses pemilihan umum kepada daerah (Pilkada) pada 9 Desember lalu.

KPU Wonogiri akan menghibahkan peranti pencegahan Covid-19 berupa alat perlindungan diri atau APD saat pilkada kepada beberapa lembaga.

Hibah APD Pilkada KPU Wonogiri itu dilakukan agar bisa dimanfaatkan untuk mencegah penularan Covid-19 lebih lanjut. Nilai sarana tersebut diperkirakan masih besar.

Ketua KPU Wonogiri, Toto Sih Setyo, mengatakan bahwa APD dan sarana yang bisa dimanfaatkan masih banyak dan KPU tidak bisa menyimpan seluruh alat-alat itu.

Menurut Toto akan lebih bermanfaat apabila perlengkapan tersebut dihibahkan untuk lembaga yang memiliki program penanganan Covid-19, seperti Pemerintah Kabupaten. Dengan begitu, alat bisa dimanffatkan semuanya.

Menurut Toto akan lebih bermanfaat apabila perlengkapan tersebut dihibahkan untuk lembaga yang memiliki program memerangi Covid-19, seperti Pemerintah Kabupaten. Dengan begitu alat bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau disimpan saja eman-eman. Banyak pihak yang masih membutuhkan peralatan ini untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Toto, Kamis (17/12/2020).

Dia melanjutkan APD yang bisa dimanfaatkan masih banyak, seperti termometer digital berbentuk pistol atau thermogun, masker kain, dan baju hazmat.

Sarana pendukung lainnya, seperti ember, pencuci tangan tanpa bilas atau hand sanitizer, sabun cuci tangan, cairan disinfektan, sarung tangan plastik dan karet, dan lainnya.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

Toto menyebut seluruh sarana pendukung penerapan protokol kesehatan yang masih bisa dimanfaatkan akan dihibahkan.

Nilai sarana tersebut cukup besar. Sebagai informasi, anggaran untuk memenuhi kebutuhan APD dan sejenisnya pada Pilkada lalu senilai Rp. 7,7 Miliar.

“APD masih banyak yang bisa dimanfaatkan. Thermogun saja ada satu unit setiap TPS (tempat pemungutan suara), di tingkat PPS (Panitia Pemungutan Suara), dan di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamata). Itu masih bisa dipakai semua,” imbuh Toto.

Merujuk informasi yang disampaikan Toto, berarti thermogun yang masih bisa dimanfaatkan sebanyak 2.342 unit.

Perinciannya 2.023 unit yang sebelumnya dipakai di setiap TPS, 294 unit dipakai di tingkat PPS, dan 25 unit dipakai di tingkat PPK.

Mayoritas hazmat yang dialokasikan tim penyelenggara masih bisa dimanfaatkan, karena sisanya masih banyak.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

Hal itu karena pihak yang memanfaatkan hazmat saat pemungutan suara hanya sedikit, yakni petugas KPPS yang memfasilitasi pemilih rawat inap di rumah sakit dan yang menjalani karantina mandiri di rumah.

Masker kain juga masih banyak tersisa. Alokasi masker kain, yakni 20 persen dari total daftar pemilih tetap atau DPT setiap TPS. DPT setiap TPS maksimal 500 orang.

Terpisah, Sekretaris Daerah atau Sekda Wonogiri, Haryono, mengaku belum mengetahui informasi resmi tentang akan dihibahkannya APD dari KPU kepada Pemerintah Kabupaten.

Dia menyambut baik dan siap menerima hibahan dari KPU jika rencana tersebut akan direalisasikan. Menurut dia, penghibahan barang akan lebih baik dilakukan berdasar jenis, yakni barang sekali pakai dan bisa dipakai berulang kali.

“Selain kepada Pemkab, bisa juga langsung dihibahkan kepada pemerintah desa. Kalau nanti semua dihibahkan kepada Pemkab, kami masih harus mendistribusikannya dan perlu administrasi yang cukup rumit. Karena pengelolan hibah Pemkab dan desa punya aturan masing-masing,” terang Sekda.

Tags: , ,