Suami Diduga Tewas Dikeroyok di Tahanan Polres Klaten, Istri Mengadu ke LBH

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201102230532-32-565122/jokowi-teken-uu-ciptaker-1187-halaman-nomor-11-tahun-2020

Septiyani (28), mengadukan kejadian yang menimpa suaminya warga Kelurahan Joyotakan, Serengan, Solo, Ali Mahbub (28), yang tewas saat ditahan di Polres Klaten kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solo Raya.

Pada hari Selasa (3/11/2020), I Gede Sukadenawa Putra selaku kuasa hukum keluarga Ali menuturkan, “Dari keluarga menerima penjelasan bahwa almarhum dikeroyok 15 orang saat ditahan di Polres Klaten. Diduga ada keterlibatan oknum polisi. Makanya kita mau usut”.

Ia juga menerangkan bahwa Ali meninggal dunia pada hari Selasa (27/10/2020) lalu. Ali sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya kemudian tidak bisa diselamatkan.

Tidak hanya itu, hingga saat ini pihak keluarga juga belum menerima hasil autopsi dari jenazah Ali.

Sukadenawa menambahkan, “Katanya (hasil autopsi) akan diberi dalam satu dua hari, tetapi ini belum diberi. Tapi menurut keluarga, ada luka memar di sekujur tubuh”.

Keluarga menyatakan bahwa akan memberi izin jika makam Ali dibongkar dan jenazahnya diautopsi lagi.

Sukadenawa juga mengatakan bahwa Ali terjerat kasus penggelapan sebuah sepeda motor.

Ali ditangkap dan ditahan di Polsek Wonosari kemudian dipindahkan ke Polres Klaten.

“Kasusnya sudah sejak 2019, tapi baru ditangkap dua bulan yang lalu. Istri sempat beberapa kali menjenguk di Polres tidak ada yang mencurigakan. Tiba-tiba dikabari meninggal,” tambahnya.

Ali meninggalkan seorang istri dan empat orang anak yang masih berusia di bawah lima tahun.

Sementara itu, Septiyani yang merupakan istri Ali membenarkan telah memberi kuasa kepada LBH Solo Raya untuk menangani kasus tersebut.

Septyani berharap kasus ditangani secara profesional.

Septiyani mengatakan, “Karena meninggalnya tidak wajar. Beberapa kali saya jenguk baik-baik saja, tiba-tiba meninggal. Kami minta kasus ini diusut. Pelakunya dihukum seberat-beratnya”.

Tags: , ,