Suami Ditahan Karena Tangkap Maling, Istri Histeris di Kejari Klaten

Suami Ditahan Karena Tangkap Maling, Istri Histeris di Kejari Klaten

Pada hari Senin (19/10/2020) kemarin, Susi Handayani selaku istri salah seorang tersangka kasus penganiayaan menangis histeris di depan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten.

Ia tak habis pikir dengan sikap aparat penegak hukum yang telah menahan suaminya setelah menangkap maling sepeda di Dusun Getasan, Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sekitar 1,5 tahun silam.

Susi menuturkan, “Suami saya itu menangkap maling. Orang yang mengambil barang bukan miliknya itu kan maling. Tapi mengapa suami saya yang dipidana. Saya minta keadilan”.

Ia juga menjelaskan bahwa suaminya merupakan orang baik. Sebelum dijebloskan ke sel tahanan setelah menangkap maling, suaminya dinilai tak pernah terlibat kasus hukum apapun.

“Saya punya anak bawah lima tahun (balita). Di rumah, terus menanyakan di mana bapaknya? Suami yang mencari nafkah,” ujar Susi.

Baca Juga:  Bajo Konsisten Kampanye Door To Door Karena Sadar Kurang Terkenal

Sejumlah orang asal Getasan, Glodogan, Klaten Selatan datang ke Kejari Klaten, pada hari Senin (19/10/2020) kemarin siang. Selain membawa keranda mayat berwarna hijau, warga juga membawa spanduk bertuliskan “Turut Berduka Atas Matinya Hukum Kita #SaveSapto #SaveRohmad”.

Warga menuntut keadilan karena hukum dinilai telah tumpul ke bawah. Kasus itu bermula dari penyelidikan yang dilakukan Polsek Kota Klaten. Berkas kasus penganiayaan itu sudah sampai di tangan penyidik Kejari Klaten.

Berkas tersebut sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Klaten pada Jumat (15/10/2020) lalu.

Sementara, kasus pencurian sepeda angin jenis mountain bike belum ada informasi kelanjutannya.

Penyidik Kejari Klaten belum pernah memperoleh pelimpahan kasus tersebut dari aparat polisi.

Sapto dan Rohmad dijerat Pasal 170 jo 351 tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Baca Juga:  Soal UMK 2021, Perusahaan Di Karanganyar Belum Ajukan Penangguhan

Mereka ditahan penyidik Kejari sejak 7 Oktober 2020 dan berkas Sapto dkk sudah dilimpahkan ke PN Klaten.

Adi Nugraha -Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Klaten- menyampaikan, “Kasus penganiayaan ini berasal dari pencurian. Korban penganiayaan mencuri sepeda. Kami hanya melihat BAP dari polisi. Kami bekerja secara profesional. Dalam teori hukum menganut asas praduga tak bersalah, semua sama di depan hukum. Diharapkan kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Jangan main hakim sendiri (saat menangkap pencuri). Serahkan ke pihak yang berwajib. Jika menangkap pencuri jangan diapa-apakan”.

Incoming search terms:

  • demo kejaksaan klaten
  • Kasus penangkap maling ditahan Klaten
Tags: , ,