Suami Yulia Minta Pembunuh Istrinya Dihukum Mati

Suami Yulia Minta Pembunuh Istrinya Dihukum Mati

Pada hari Jumat (23/10/2020) kemarin, dr Achmad Yani SpS selaku suami Yulia mengikuti konferensi pers kasus peristiwa pembunuhan yang mayatnya dibakar dalam mobil di wilayah Sugihan, Bendosari, Sukoharjo.

Dokter Achmad Yani datang didampingi sejumlah kerabat untuk menghadiri gelar perkara kasus pembunuhan istrinya.

Dengan mata berkaca-kaca, Yani sapaan dokter itu mengaku awalnya mendapat kabar mobil istrinya terbakar.

Yani mengatakan, “Awalnya kami tahunya mobil terbakar, tapi tenyata ada istri saya ikut dibakar”.

Namun ia mengaku lega dengan pihak kepolisian yang berhasil menangkap pelaku pembunuhan istrinya dalam waktu yang singkat.

Dia bersyukur pelaku sudah tertangkap berikut motifnya perbuatannya juga telah terungkap.

Yani menuturkan bahwa keluarga kini lega. Ia tidak menduga istrinya meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Baca Juga:  Nekat Mudik Ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina di Benteng Vastenburg

Ia mengatakan, “Saya tidak mengira-ngira sampai mengambil nyawa dengan cara seperti itu. Terus terang saya tidak terima”.

Yani pun meminta pelaku yang bernama Eko Prasetyo, 30, warga Sukoharjo, itu dihukum mati.

“Dari keluarga berharap saja pelaku bisa dihukum seberat-beratnya karena sudah mengambil nyawa dengan sengaja. Kalau saya pribadi terus terang tidak terima. Saya meminta pelaku dihukum mati,” terangnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian akhirnya mengungkapan terkait motif dibalik pembunuhan terhadap Yulia (42), yang mayatnya ditemukan terbakar di dalam mobil, Kabupaten Sukoharjo pada hari Selasa (20/10/2020) yang lalu.

Pelaku berinisial EP (30) ternyata menghabisi nyawa Yulia lantaran ditagih utang.

Pada hari Jumat (23/10/2020) ini, Kombes Wihastono Yoga Pranoto menuturkan, “Pengembangan (utang pelaku ke korban) Rp 145 juta”.

Baca Juga:  FX Rudy Sebut Rumah Sakit di Solo Penuh

Wihastono menambahkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban juga menginvestasikan sejumlah uang di bisnis yang dijalankan pelaku.

“Investasi Rp 100 juta, utang pribadi Rp 45 juta”, jelasnya.

Polisi menerangkan bahwa awal mula peristiwa pembunuhan sadis ini ketika Yulia datang ke rumah EP di Desa Ngesong, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk menagih uangnya.

Incoming search terms:

  • Pembunuhan sadis di hutan
Tags: , ,