Sudah Dimulainya Penerapan Redenominasi di Indonesia

Sudah Dimulainya Penerapan Redenominasi di Indonesia

Wacana menyederhanakan nilai nominal rupiah atau redenominasi bergulir lagi. Wacana ini termasuk dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 77 tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024. Redenominasi adalah penyederhanaan nominal rupiah dengan mengurangi tiga nol seperti dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.

Redenominasi bukanlah wacana baru di Indonesia. Pemerintah telah berulang kali menyuarakan redenominasi sejak 2011. Namun, sejauh ini, redenominasi belum berhasil diterapkan pada mata uang rupiah.

Namun, tanpa disadari “redenominasi” telah diterapkan dalam beberapa cara, terutama dalam pencantuman harga suatu produk. Misalnya, di kafe-kafe terkenal di Indonesia, tiga nol telah dihapus dari daftar menu.

Salah satu kafe yang menerapkan itu ialah Starbucks. Kafe asal Amerika Serikat (AS) yang punya banyak cabang di Indonesia sudah menghilangkan tiga nol di daftar menu dan harga dari produk-produknya.

Baca Juga:  KPK Periksa 6 Saksi Kasus Suap Eks Bupati Lampung Tengah

Dari pantauan pada hari Kamis (16/07/2020), di gerai Starbucks cabang Grand Indonesia, papan menu yang ditampilkan di belakang kasir mencantumkan daftar produk serta harga yang tidak menggunakan tiga nol. Misalnya, salah satu minuman dijual dengan harga Rp 53. Namun, uang yang harus dibayar masih Rp 53.000.

Tidak hanya itu, gerai Kopi Kenangan cabang Grand Indonesia juga telah menerapkan daftar menu dengan menghapus 3 nol harga produk. Misalnya, menu minuman kopi yang terdaftar dengan harga Rp18 untuk ukuran biasa dan Rp24 untuk ukuran besar.

Selanjutnya, gerai minuman Chatime di Grand Indonesia juga menerapkan ‘redenominasi’ di daftar harga produknya. Misalnya saja menu milk tea andalannya yang dicantumkan dengan harga Rp 24 untuk ukuran reguler, dan Rp 27 untuk ukuran large.

Tags: , , ,