Surat Palsu Berlogo UNS Mengincar Duit Calon Mahasiswa Baru

surat palsu

Modus penipuan yang dilakukan sekelompok orang setiap hari berkembang. Perkembangan metode baru ini
juga berbanding lurus terhadap jumlah korban yang bisa terjebak dalam tipu muslihat.

Motif yang melatarbelakangi penipuan biasanya dan kebanyakan dari data yang dihimpun di kepolisian akan bermuara pada kondisi ekonomi pelaku kejahatan.

Hari ini 15/8/2020 diketahui beredar surat di masyarakat yang mengatasnamakan Universitas Sebelas Maret (UNS) perihal penerimaan mahasiswa baru di lingkungan kampus UNS.

Dalam surat yang beredar tersebut, pelaku meminta sejumlah dana untuk ditransfer ke no rekening tertentu. Dana tersebut disebutkan untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI), serta biaya kemitraan.

Mendengar info tersebut menimpa UNS. Rektor UNS pun angkat bicara untuk memberikan penjelasan perihal surat tersebut.

Baca Juga:  Mulai Bulan Depan Tak Pakai Masker di Karanganyar Akan Kena Denda

“Itu jelas palsu. Dilihat dari kop suratnya saja sudah salah karena tidak ada Lembaga Sekretariat Penerimaan Mahasiswa di UNS. Selain itu, surat yang mencantumkan nama saya itu ditembuskan kepada rektor. Mosok rektor nembusi rektor,” ujarnya, Sabtu (15/8/2020), di Gedung Rektorat UNS setelah acara wisuda online berlangsung.

Tindak pidana pemalsuan surat palsu adalah tindak pidana yang implikasinya berdampak pada kebenaran dan kepercayaan terhadap orang. Pelaku memakai surat palsu bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi diri sendiri.

Rektor UNS menghimbau kepada masyarakat agar lebih mawas diri dan melakukan konfirmasi mengenai hal tersebut apalagi meminta dana. Memang di lingkungan UNS ada penerimaan mahasiswa baru secara mandiri ada jalur kemitraan namun tidak ada pungut biaya.

Baca Juga:  Lagi-lagi, Pelajar Tewas Tenggelam di Bengawan Solo

“Kemitraan ini untuk mengakomodasi calon-calon mahasiswa dari kalangan relasi UNS. Misalnya BUMN atau perusahaan yang bekerja sama dengan UNS dalam pemagangan mahasiswa, tapi dalam kemitraan ini nilai dan prestasi menjadi yang utama. Jadi jelas bahwa surat itu bukan dari kami (UNS) dan itu adalah palsu ungkap Rektor. **

Tags: , ,

Tinggalkan Balasan