Tak Ada Penyekatan Selama Penerapan PPKM di Solo

Tak Ada Penyekatan Selama Penerapan PPKM di Solo

Seperti yang diketahui, pada 11 Januari hingga 25 Januari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan melaksanakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sehubungan dengan hal tersebut, mobilitas masyarakat tidak akan ikut dibatasi.

Kombes Pol Ade Safri Simanjutak selaku Kapolresta Solo menyampaikan bahwa mobilitas masyarakat akan tetap berjalan normal seperti biasanya.

Pada hari Sabtu (9/1/2021) lalu, Ade Safri mengatakan, “Tidak ada penyekatan”.

Untuk informasi, Pemkot Solo telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Solo nomor 067/036 yang memuat aturan mengenai pelaksanaan PPKM.

Wali Kota Solo FX Hady Rudyatmo menyebut bahwa terkait penerbitan SE Wali Kota itu merupakan pelaksanaan dari instruksi pemerintah pusat dalam penerapan PSBB di Jawa dan Bali.

Baca Juga:  Gibran Batal Dilantik di Balai Kota Solo

SE itu tidak memuat aturan untuk membatasi pergerakan masyarakat baik keluar atau masuk ke Kota Solo.

Kapolresta menambahkan, “Ruang lingkup penegakan seputar sesuai surat edaran”.

Pihaknya bersama TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja sudah membentuk Tim Cipta Kondisi untuk penegakkan aturan yang ada dalam surat edaran itu.

Walaupun tidak akan melakukan penyekatan, dia berjanji akan memberikan tindakan tegas kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Selain Surat Edaran Wali Kota, polisi juga akan berpegang pada aturan yang ada dalam Undang Undang Kesehatan.

Dalam edaran itu juga disebutkan bahwa tempat usaha seperti tempat hiburan, warnet dan sarana olahraga harus tutup selama pelaksanaan PPKM.

Untuk pusat belanja dan pasar tradisional tetap boleh buka namun dengan jam operasional yang diatur.

Baca Juga:  Viral Burung Jalak Tuntun Pendaki Gunung Lawu, Ini Kata Peneliti

Anak berusia di bawah 15 tahun, wanita hamil dan orang lanjut usia tidak boleh memasuki pasar dan pusat belanja.

Pemkot juga turut membatasi terkait operasional kegiatan warung makan, kuliner, pedagang kaki lima, restoran hingga warung angkringan.

Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo itu mengatakan, “Tetap boleh buka, maksimal hingga jam 19.00 WIB”.

Meski diperbolehkan buka pagi hingga petang, pihaknya meminta agar tempat usaha itu mengurangi kapasitas tempat duduk hingga tinggal 25 persen dari kapasitas tempat duduk.

Para konsumen dianjurkan untuk membeli makanan dengan dibungkus dan dibawa pulang.

Tags: , ,