Tak Hanya Kamera CCTV, Penerapan ETLE di Solo Juga Pakai Kamera Portabel

Tak Hanya Kamera CCTV, Penerapan ETLE di Solo Juga Pakai Kamera Portabel

Tak hanya mengandalkan kamera CCTV yang terpasang di titik-titik strategis untuk menerapan Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE di Kota Solo.

Petugas lapangan Satlantas Solo juga akan memakai helm berkamera bernama Kopek.

Untuk infromasi, kopek adalah singkatan dari Kamera Portabel Penindakan Kendaraan Bermotor.

Saat ini sudah ada sebanyak 10 anggota Satlantas yang dilengkapi alat tersebut, dan akan menilang para pelanggar lalu lintas di luar zona kamera ETLE.

Pelanggaran yang tertangkap kamera akan menjadi bukti penilangan sehingga tidak ada debat.

Ke depan seluruh helm personel Satlantas akan dilengkapi kamera tersebut untuk memudahkan penerapan ETLE di Kota Solo.

Pada hari Jumat (19/3/2021), Kompol Adhytiawarman Gautama Putra selaku Kasatlantas Polresta Solo mengatakan, “Setelah terekam kamera prosesnya dengan ETLE. Anggota kembali ke kantor lalu memindah data kamera dan memproses tilang pelanggar lalu lintas”.

Sementara itu, Sigianto selaku Petugas Satgas ETLE menambahkan bahwa kamera pengawas itu menangkap suruh objek yang melintas.

Kamera tersebut dapat mendeteksi penggunaan sabuk pengamanan maupun saat pengendara memainkan handphone saat mengemudi.

Setelah terekam layar kamera, sistem otomatis akan menganalisis jenis pelanggaran.

Untuk radius kamera tersebut sampai 20 meter dan ia memastikan mobil berkecepatan tinggi tetap dapat terekam.

Dalam proses pengembangan, kamera itu memiliki alat pendeteksi kecepatan.

“Kamera aktif 24 jam. Setiap pagi ada operator yang mencetak pelanggaran malam sebelumnya. Sekarang polisi menilang lewat download saja. Setelah itu dikirim ke pelanggar sesuai nama pemilik kendaraan itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Satlantas Polresta Solo juga telah memasang kamera pengawas untuk sistem tilang elektronik.

Sejak alat itu dipasang tiga bulan lalu, kamera tersebut telah mendeteksi ribuan pelanggaran lalu lintas.

Kamera tersebut dipasang di Simpang Kerten, tepatnya di sekitar kawasan Solo Square.

Sejak dipasang, kamera tersebut telah mendeteksi sebanyak 38 ribu pelanggaran lalu lintas.

Berbagai macam bentuk pelanggaran terdeteksi, diantaranya yakni tidak tidak mengenakan sabuk pengaman hingga mengemudi sambil menelepon.

Meski begitu, petugas belum memberikan sanksi atas pelanggaran tersebut.

“Saat ini masih tahap sosialisasi,” jelas Kasatlantas.

Sistem tilang elektronik tersebut rencananya aka mulai diberlakukan yakni pada hari Selasa pekan depan (23/03/2021) mendatang.

Pihaknya juga berencana untuk menambah enam kamera pengawas di lokasi lain yang dianggap rawan kecelakaan lalu lintas.

Tags: , ,