Tambah 5 Klaster Baru, Angka Covid di Boyolali Nyaris 1.000 Kasus

Tambah 5 Klaster Baru, Angka Covid di Boyolali Nyaris 1.000 Kasus

Per 9 September, tercatat ada 945 kasus Covid-19 di Boyolali. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali juga menyampaikan tambahan lima klaster baru penyebaran Covid-19.

Menurut data dari Dinkes Boyolali, dari 945 kasus tersebut, 87 di antaranya masih dirawat di rumah sakit. Termasuk 107 orang menjalani isolasi mandiri. Pasien sembuh 716 orang dan meninggal dunia 35 orang.

Ratri S. Survivalina selaku Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali menyampaikan, “Dari data tersebut, kondisi persentase kesembuhan di Boyolali 76 persen. Sedangkan persentase kematian hanya 4 persen. Kami terus mengimbau kepada masyarakat agar selalu menegakkan protokol kesehatan. Jangan sampai membuat kerumunan”.

Rarti menjelaskan bahwa terdapat penambahan lima klaster baru. Yakni klaster Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari. Klaster ini muncul setelah warga membesuk JPH, juga asal Desa Pulutan yang sakit.

Baca Juga:  Penutupan Pasar Harjodaksino Solo Diperpanjang

Di ketahui, belakangan ini sakit JPH bertambah parah. Kemudian dirawat di rumah sakit dan dinyatakan positif Covid-19. Setelah itu, dinkes melakukan screening terhadap warga yang menjenguk.

“Hasil tracing, 26 warga kontak erat. Setelah screening dan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction), teridentifikasi delapan warga positif,” Ujar Ratri.

Lalu klaster ABP asal Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak. Menular kepada enam orang. Kemudian, klaster MNA asal Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede. Menular kepada tiga orang.

Klaster tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit dr. Oen (satu kasus) dan klaster JPT asal Desa Gombang, Kecamatan Sawit ada tiga kasus.

“ABP tergolong klaster keluarga yang menular ke enam orang. JPT juga masuk klaster keluarga. Untuk kasus MNA dari Desa Kebonan, Karanggede, masuk klaster tempat kerja, tandasnya.

Tags: , ,