Teguran Keras Jokowi Kepada Para Menteri Direspon Secara Positif

Teguran Keras Jokowi Kepada Para Menteri Direspon Secara Positif

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan teguran keras kepada jajarannya hingga membicarakan perombakan kabinet. Mensesneg Pratikno dari Istana Kepresidenan mengatakan bahwa teguran telah diterima secara positif oleh jajaran kabinet.
Pratikno memberi contoh: penyerapan anggaran kementerian / lembaga saat ini telah meningkat. Hal yang sama berlaku untuk pelaksanaan program dari kementerian / lembaga.

“Dalam waktu yang relatif singkat kita melihat progres yang luar biasa di kementerian/lembaga antara lain bisa dilihat dari serapan anggaran yang meningkat, program-program yang sudah mulai berjalan. Artinya teguran keras tersebut punya arti yang signifikan,” kata Pratikno saat menjawab pertanyaan soal reshuffle, yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/7/2020).

Untuk diketahui, Jokowi memerintahkan jajaran kabinet untuk melakukan pekerjaan luar biasa dalam menangani pandemi virus Corona. Tak tanggung-tanggung, Jokowi juga akan merombak kabinet jika perlu, untuk kebaikan rakyat.

Baca Juga:  Kasus Jembatan Waterfront City, KPK Kembali Periksa 2 Pegawai PT Wijaya Karya

Pratikno mengatakan masalah perombakan kabinet saat ini sudah tidak relevan. Pratikno juga mengungkapkan maksud teguran Jokowi dengan harapan bahwa jajaran Kabinet Indonesia Maju akan terus bekerja lebih keras untuk menanggapi krisis akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Menurut Pratikno, Jokowi mendorong distribusi bantuan sosial yang cepat dan tepat sasaran, meningkatkan daya beli masyarakat dan meningkatkan penyerapan anggaran kementerian / lembaga.

“Memang karena permasalahan, mungkin juga karena kantor yang sempat tidak sepenuhnya optimal waktu transisi awal itu, jadi bapak presiden merasa bahwa mestinya lembaga-lembaga pemerintahan terutama sekali kabinet bisa bekerja lebih maksimal dengan kinerja yang lebih baik. Itulah mengapa beliau menyampaikan teguran yang keras kepada kita semuanya, kepada kami agar mempercepat kinerjanya,” jelas Pratikno.

Baca Juga:  Perjalanan Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

Jokowi sebelumnya menegur keras jajarannya ketika ia memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara di Jakarta pada 18 Juni. Jokowi menyesalkan bahwa pembantunya kurang memiliki perasaan krisis. Jokowi menuntut para pembantunya bekerja extraordinary di tengah-tengah pandemi COVID-19.

“Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah,” ujar Jokowi di hadapan para menterinya.

Tags: , ,