Tempat Wisata di Karanganyar Bakal Dirazia Satgas Covid-19

Tempat Wisata di Karanganyar Bakal Dirazia Satgas Covid-19

Diperkirakan pada cuti bersama 29-31 Oktober 2020 mendatang, sejumlah tempat wisata di Karanganyar bakal ramai dikunjungi wisatawan.

Untuk mengatisipasi menyebaran virus Covid-19, Juliyatmono selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar sekaligus Bupati Karanganyar menegaskan bahwa operasi penertiban protokol kesehatan akan gencar dilaksanakan pada libur panjang pekan depan.

Yang menjadi target prioritas operasi tersebut yakni di lokasi rawan kerumunan seperti fasilitas umum, terminal, objek wisata, dan lain-lain.

Pada hari Kamis (22/10/2020) kemarin, Yuli sapaan akrab Bupati Karanganyar itu, menuturkan, “Kami akan ketat (penerapan protokol kesehatan) di semua objek yang kemungkinan menjadi tempat berkerumun. Misalnya di terminal, fasilitas umum, objek wisata. Kami akan mengerahkan (petugas) maksimal. Operasi (penertiban protokol kesehatan) fokus di objek wisata. Fokus ke titik-titik tempat berkumpul massa”.

Di sisi lain, untuk membantu menegakkan disiplin penerapan protokol kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar akan menggandeng satgas di tingkat kecamatan untuk membantu menegakkan disiplin penerapan protokol.

Yophi Eko Jati Wibowo -Kepala Satpol PP Karanganyar- menyarankan bahwa operasi penertiban protokol kesehatan dilaksanakan secara mobile.

Pada hari yang sama, Yophi mengatakan, “Di setiap kecamatan kan sudah ada satuan tugas. Mereka bergerak, menyisir objek wisata, tempat publik yang rawan menjadi tempat berkerumun. Kami membantu. Saran kami operasi penertiban itu mobile saja”.

Pertimbangan Yophi operasi penertiban protokol kesehatan secara mobile selama libur panjang akhir Oktober adalah mengantisipasi kemacetan.

Ia menjelaskan, “Wong (kendaraan) tidak disetop saja sudah macet. Hari ini kami sosialisasi lewat media sosial. Warga yang akan berkunjung ke Karanganyar saat libur panjang harus patuh protokol kesehatan. Kalau melanggar (protokol kesehatan) kan denda Rp20.000 lalu diberi masker,” terangnya.

Pihaknya juga berharap dukungan pelaku wisata dan pelaku usaha di sekitar objek wisata.

Pelaku wisata dan pelaku usaha diharapkan ikut menyosialisasikan protokol kesehatan kepada pengunjung.

Yophy menuturkan, “Libur panjang dan pengunjung ramai itu kan dinanti-nanti pelaku wisata. Makanya harus sinergi. Biar pelaku wisata dapat pemasukan dan ekonomi bergerak. Ya makanya bantu Pemkab agar pengunjung patuh protokol kesehatan. Kerja sama pelaku usaha, pelaku wisata dengan satgas”.

Tags: , ,