Tenaga Surya Adalah Sumber Energi yang Menjanjikan di Masa Depan

Tenaga Surya Adalah Sumber Energi yang Menjanjikan di Masa Depan

Salah satu manfaat energi matahari adalah fungsi sinar matahari tidak terbatas. Dengan teknologi untuk memanennya, ada pasokan energi matahari yang tidak terbatas, yang berarti dapat membuat bahan bakar fosil menjadi usang.

Mengandalkan energi matahari daripada bahan bakar fosil juga membantu kita meningkatkan kesehatan masyarakat dan kondisi lingkungan.

Kebutuhan tenaga surya atau matahari diprediksi melonjak 80% beberapa tahun mendatang seiring meningkatnya kebutuhan listrik di banyak negara.

Menurut Internasional Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional penghasil tenaga listrik lebih murah dengan energi matahari dibandingkan dengan batu bara.

IEA juga melaporkan bahwa salah satu sumber listrik termurah dalam sejarah yakni sel surya fotovoltaik. Sistem fotovoltaik dapat dipasang sebagai panel di rumah atau bisnis, serta digunakan di taman surya.

Menurut Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol berdasarkan laporan IEA tenaga surya dapat menjadi primadona pasar listrik dunia.Tentunya hal itu perlu pengaturan dan kebijakan yang tepat agar berada di jalur yang sesuai untuk mencetak rekor baru setiap tahunnya setelah 2022.

Laporan IEA juga menjabarkan tiga skenario untuk pengembangan pasar energi global di masa depan pasca pandemi Covid-19. Salah satu skenario yang diekplorasi IEA menghasilkan kemungkinan yang akan dirasakan dunia.

Yang pertama, permintaan energi global ke tingkat normal pada 2023. Kedua, jumlah sistem fotovoltaik tumbuh dengan kuat. Dan yang terakhir adalah meningkatnya kapasitas matahari rata-rata 12% per tahun hingga 2030.

Baca Juga:  KPK Panggil 3 Saksi Kasus Pencucian Uang Mantan Bupati Cirebon

Listrik energi bersih diharapkan meningkatkan konsumsi energi secara keseluruhan, mengingat bahwa penyediaan tenaga listrik bersih ke sektor-sektor seperti transportasi sangat penting untuk masa depan rendah karbon.

Menurut IEA, tenaga surya tetap menjadi pilihan yang hemat biaya. Pangsa gabungan fotovoltaik surya dan angin meningkat dari 8% pada 2019 menjadi hampir 30% pada 2030.

“Jika pemerintah dan investor meningkatkan upaya energi bersih mereka, pertumbuhan tenaga surya dan angin akan menjadi lebih spektakuler dan sangat mendorong untuk mengatasi tantangan iklim dunia,” kata Birol.

Menurut laporan IEA berkurangnya aktivitas ekonomi dan permintaan listrik akibat pandemi Covid-19 telah menurunkan permintaan batu bara global.

IEA memperkirakan 275 gigawatt kapasitas berbahan bakar batu bara akan dihentikan pada tahun 2025. Itu sekitar 13% dari total kapasitas batu bara pada 2019. Jika ekonomi global pulih tahun depan, pangsa batu bara turun dari 37% menjadi 28% pada tahun 2030.

“Peningkatan energi terbarukan, dikombinasikan dengan gas alam murah dan kebijakan penghapusan batu bara, berarti permintaan batu bara di negara maju turun hampir setengahnya hingga 2030,” kata IEA.

Baca Juga:  APBD Triliunan Tersimpan di Bank, Mendagri Singgung Kepentingan Pengusaha

IEA juga mengungkap bahwa pertumbuhan penggunaan batu bara di negara berkembang di Asia, seperti India, jauh lebih rendah.

Untuk informasi, Indonesia saat ini memiliki atap panel surya terbesar di ASEAN. Lokasinya berada di pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia di Cikarang Barat.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto hadir dalam peresmian atap panel surya tersebut. Dia menerangkan pihak Coca-Cola menginvestasikan Rp 87 miliar untuk proyek tersebut.

Dalam acara peresmian yang tayang secara virtual hari Rabu (30/9/2020), Airlangga mengatakan, “Dan capaian investasi Rp 87 miliar ini adalah sesuatu yang luar biasa karena Coca-Cola juga menjadi pionir dan ini adalah panel terbesar di ASEAN, nomor 2 di Asia Pasifik, dan nomor 4 di dunia”.

Dia menjelaskan saat ini pemerintah memang sedang mendorong kontribusi energi baru terbarukan alias renewable energy menjadi sebesar 23% di tahun 2025, dan nanti ditingkatkan setiap tahunnya.

“Dan apa yang dilakukan di sini di mana bisa mengurangi emisi gas kaca sebesar 314 juta ton. Ini adalah sesuatu yang luar biasa karena ini sama, tadi dikatakan bahwa ini sama saja dengan penghematan 7.000 kendaraan yang dikendarai selama 1 tahun,” sebutnya.

Tags: , ,