Terdampak Perluasan Parkir Stasiun Solo Balapan, Warga Akan Direlokasi ke Rusun

Terdampak Perluasan Parkir Stasiun Solo Balapan, Warga Akan Direlokasi ke Rusun

Warga yang terdampak perluasan lahan parkir Stasiun Solo Balapan di Kampung Kandang Doro RT 002 RW 006, Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari akan direlokasi oleh Pemertintah Kota (Pemkot) Solo.

Pada hari Jumat (23/4/2021), Ahyani selaku Sekretaris Daerah Kota Solo menuturkan, “Katakanlah PT KAI ingin menata di sana menggunakan lahan untuk kepentingan PT KAI dan di sana ada warga yang menempati bukan haknya, kalau memang sesuai ketentuan, warga harus pindah”.

Ahyani menjelaskan bahwa Pemkot Solo akan mengupayakan hak-hak warga terdampak terpenuhi, seperti ongkos bongkar dan angkut.

Ahyani menabahkan, “Masih ada 5 kepala keluarga yang belum sepakat”.

Tetapi, Pemkot Solo akan merelokasi warga ke rumah susun bila ada warga yang belum memiliki rumah.

“Ada satu dua yang tidak punya rumah, satu dua yang tidak punya rumah itu difasilitasi dengan rumah susun”, jelas Ahyani.

Untuk informasi, terdapat 13 kepala keluarga (KK) di Kampung Kandangdoro RT 002 RW 006, Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, terdampak perluasan lahan parkir Stasiun Solo Balapan. Tetapi dua kepala keluarga di antaranya sudah membongkar bangunan dan pindah.

Diberitakan sebelumnya, pada hari Kamis (15/04/2021) lalu, Didik Hartantyo selaku Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menemui Wali Kota Solo yakni Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo.

Pada pertemuan tersebut, Didik menyampaikan bahwa pihaknya berencana akan mengembangkan Stasiun Balapan.

Didik menjelaskan, bahwa PT KAI berencana untuk memperluas areal parkir di kawasan tersebut.

Tetapi, rencana pengembangan tersebut masih terhambat adanya beberapa hunian warga yang berada di atas lahan milik PT KAI.

Pihak KAI berharap Pemerintah Kota Solo bisa membantu dalam penertiban hunian.

“Karena berada di wilayah Kota Solo, kami meminta bantuan wali kota,” ujar Didik.

Di sisi lain, Gibran bakal menjembatani komunikasi antara warga dan PT KAI. Meski demikian, pihaknya akan berhati-hati dalam pengambilan keputusan.

Orang nomer satu di Solo itu menegaskan bahwa tidak ada penggusuran dalam proyek tersebut.

”Memang urgent, KRL-nya kan semakin lama semakin ramai. Sebanyak 13 hunian terdampak segera kita follow-up lagi, sebagiah sudah ada yang audiensi ke DPRD juga, nanti kami dengarkan satu per satu. Yang penting memanusiakan manusia,” beber Gibran saat itu.

Tags: , ,