Terkait BPUM, Pelaku Usaha Mengeluh Ke Disdagnakerkop Dan UKM Karanganyar

Terkait BPUM, Pelaku Usaha Mengeluh Ke Disdagnakerkop Dan UKM Karanganyar

Terkait kendala pencairan bantuan produktif usaha mikro (BPUM), Disdagnakerkop dan UKM Kabupaten Karanganyar menerima laporan dari sepuluh orang pelaku usaha.

Pada hari Senin (19/10/2020) kemarin, Adulfus Joce Bau selaku Kabid Koperasi dan UKM Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, mengatakan bahwa sepuluh orang itu mengaku menerima SMS (short message service) blast tentang pencairan BPUM di BRI terdekat.

Adulfus juga menambahkan, “Tetapi nama yang tercantum dalam isi SMS blast itu bukan nama pemilik nomor handphone. Nomor rekening yang tercantum pada SMS blast pun bukan nomor rekening si pemilik handphone. Kasusnya begitu”.

Ia juga menyebut bahwa Disdagnakerkop dan UKM Kabupaten Karanganyar tidak dapat berbuat banyak perihal persoalan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan saran kepada pelaku usaha yang datang ke Kantor Disdagnakerkop dan UKM Kabupaten Karanganyar itu untuk mengecek rekening masing-masing.

Menurutnya, Disdagnakerkop dan UKM Kabupaten Karanganyar tidak memiliki wewenang memverifikasi tahap akhir.

“Kalau kasus seperti itu harus ke bank. Kalau ke dinas ya kami minta cek saldo rekening masing-masing. Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar sudah tidak memiliki wewenang. Kami hanya sampai tahap pengumpulan berkas dan verifikasi lalu dikirim ke Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Koperasi dan UKM”, terangnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa Disdagnakerkop dan UKM hanya sebatas berkoordinasi dengan pihak perbankan yang menyalurkan BPUM.

Di sisi lain, pendaftaran program bantuan modal bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro tahap tujuh mulai dibuka mulai hari Senin (19/10/2020) kemarin.

Rencananya pendaftaran tahap tujuh ditutup pada hari Kamis (22/10/2020) mendatang.

Tags: , ,