Terkait Konflik Keraton, Gibran Disarankan Tak Ikut Campur

Terkait Konflik Keraton, Gibran Disarankan Tak Ikut Campur

Diberitakan sebelumnya, beberapa hari yang lalu, kembali terjadi konflik internal di Keraton Kasunanan Surakarta.

Sejumlah kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diduga “dikurung” oleh orang tak dikenal di kawasan Keraton Kulon sejak hari Kamis (11/2/2021).

Dua putri Keraton Solo, penari dan abdi dalem yang sempat “dikurung” selama tiga hari dua malam itu akhirnya bebas pada hari Sabtu (13/2/2021).

Seperti yang diketahui, kejadian hari Kamis tersebut adalah bagian dari perseteruan anak keturunan Pakubuwono XII yang belum juga berakhir.

Mengutip dari suara.com, konflik penguasa Keraton Solo sudah berlangsung hampir 17 tahun.

Diawali dari perebutan tahta setelah PB XII mangkat pada 12 Juni 2004 silam.

Baca Juga:  Gibran Batal Dilantik di Balai Kota Solo

Terkait dengan hal tersebut, FX Hadi Rudyatmo selaku Wali Kota Solo menyampaikan bahwa konflik yang terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta merupakan masalah internal.

Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo itu pun berpesan kepada Gibran Rakabuming Raka maupun Teguh Prakosa sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota selanjutnya, untuk tidak ikut campur dalam masalah internal Keraton Solo tersebut.

Pada hari Rabu (17/2/2021) ini, Rudy mengatakan, “Ribut itu kan ribut keluarga sendiri. Itu jangan dibebankan Pemerintah Daerah, itu rampungi sendiri”.

Rudy juga menambahkan bahwa konflik Keraton Surakarta tersebut yakni urusan internal keluarga dan sudah menjadi bagian urusan pusat, dalam hal ini adalah Pemerintah Pusat.

Baca Juga:  Polresta Solo Sita 47 Motor di Panularan Solo

Selain itu, politisi PDI Perjuangan itu juga menjelaskan bahwa Keraton Surakarta sendiri sudah ditangani langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Itu tinggal Presiden nya bilang, bahwa Rajanya ini, selesai, ini NKRI kok”, katanya.

Tags: , ,