Terlilit Utang, Eks Calon Bupati Madiun Edarkan Uang Palsu

Terlilit Utang, Eks Calon Bupati Madiun Edarkan Uang Palsu

Satuan Reskrim Polres Ngawi mengamankan tiga pengedar uang palsu (upal) senilai Rp 1 miliar. Dari tiga tersangka, salah satunya adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkab Madiun, yakni Sumardi (63).

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Sumarji (55) warga Desa Tlanak Utara Kecamatan Kedungpring, Lamongan. Dan Sarkam warga Desa Babadan Kecamatan Pangkur Ngawi.

Dari pengakuan Sumardi, tindakan tersebut dilakukannya untuk melunasi utang saat pemilihan bupati (Pilbup) Madiun pada tahun 2013.

Ia mengaku pernah maju menjadi calon bupati tahun 2013. Tetapi dalam pemilihan tersebut dirinya kalah.

Sumardi menjelaskan, “Karena utang banyak dulu pernah maju calon bupati”.

Dalam keterangannya, utang yang melilitnya waktu ikut Pilkada Madiun tahun 2013, katanya mencapai Rp 1 miliar.

Baca Juga:  Eks Dirut PNRI Selesai Diperiksa KPK Terkait Kasus e-KTP

Ia menambahkan bahwa selain untuk kebutuhan membayar utang, dirinya mengaku uang tersebut juga digunakan untuk berobat dirinya yang saat ini sedang mengalami sakit.

Sementara itu, AKP I Gusti Agung Ananta -Kasat Reskrim Polres Ngawi- menuturkan, “Pengakuannya memang terlilit utang dan untuk berobat”.

Pihaknya menjelaskan bahwa saat ini masih dilakukan pengembangan dan telah mendapat info pelaku utama yang buron yakni warga Surabaya.

Ketiga pelaku menerima uang palsu senilai Rp 1 miliar dari ANT yang diduga merupakan anggota jaringan pengedar uang palsu yang berasal dari Surabaya.

“Polrestabes Surabaya infonya juga mengamankan uang palsu diduga jaringan tersangka di Polres Ngawi,” tambah Agung.

Ketiganya dijanjikan keuntungan 30 persen dari uang palsu yang berhasil mereka edarkan.

Baca Juga:  Perantara Suap Eks Bupati Kepulauan Talaud Dieksekusi KPK ke Sukamiskin

Aksi para pelaku terungkap berawal dari agen brilink di Ngawi yang menjadi korban. Saking miripnya uang palsu tersebut, agen brilink sampai tertipu empat kali.

“Tersangka SRKM telah berhasil mentransfer empat kali sebanyak Rp 44,5 juta atas perintah SMRD warga Madiun ke nomor rekening istrinya di brilink,” ujar Agung.

Dari laporan agen brilink tersebut Kepolisian Resor Ngawi kemudian berhasil menangkap ketiga tersangka.

Tags: , ,