Tersangka Penembakan Mobil Bos Duniatex Ajukan Praperadilan, Ini Respons Polisi

Tersangka Penembakan Mobil Bos Duniatex Ajukan Praperadilan, Ini Respons Polisi

Kompol Purbo Adjar Waskito selaku Kasatreskrim Polresta Solo digugat praperadilan berkaitan dengan penanganan kasus penembakan mobil bos perusahaan tekstil Duniatex oleh tersangka Lukas Jayadi yang terjadi Desember silam.

Kasatreskrim Polresta Solo itu menegaskan bahwa jika seluruh proses penanganan perkara baik saat penangkapan maupun penggeledahan sesuai dengan prosedur hukum.

Pada hari Selasa (12/1/2021) kemarin, Purbo menuturkan, “Ya sah-sah saja tho kalau ada pihak yang menggugat praperadilan. Tidak masalah, kita hadapi. Semua sesuai dengan prosedur”.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah kejadian Lukas yang berstatus sebagai tersangka hendak kabur ke Jakarta.

Ia hendak menumpang sebuah bus sebelum akhirnya berhasil dibekuk oleh tim Reskrim Polresta Surakarta.

Baca Juga:  BPBD Sebut Puting Beliung di WGM Hampir Terjadi Tiap Tahun

Purbo menambahkan, “Saat kita tangkap, senjata api itu ada pada tersangka. Dia juga mengakui senjata itu yang digunakan untuk menembak mobil”.

“Jadi tersangka mengakui semuanya dan memang ada tembakan yang diarahkan ke mobil. Proses penyidikan terus berjalan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, tersangka kasus penembakan mobil milik bos perusahaan tekstil Duniatex yakni Lukas Jayadi, mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polresta Solo atas penetapan statusnya sebagai tersangka.

Pada hari Jum’at (08/01/2021) kemarin, Pengadilan Negeri Solo menggelar sidang perdana kasus tersebut.

Dalam proses sidang tersebut, tersangka Lukas diwakili oleh Sandy Nayoan selaku kuasa hukumnya.

Sandy mengatakan, “Kami menduga ada suatu hal yang janggal dalam proses ini sehingga kami mengajukan gugatan praperadilan”.

Baca Juga:  Polresta Solo Giatkan Patroli Cyber Jelang Pelantikan Gibran

Pihaknya juga mencontohkan bahwa salah satu dasar pengajuan gugatan itu adalah pengenaan pasal percobaan pembunuhan untuk kliennya.

Sandy menganggap bahwa penggunaan pasal tersebut tidak tepat.

Ia menjelaskan, “Praperadilan ini diajukan untuk melihat tahapan-tahapan yang sudah dilakukan pihak kepolisian selama melakukan proses penegakan hukum”.

Sandy juga meminta kepada penegak hukum untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah kepada tersangka.

Tags: , ,